Lubuklinggau, Narkoba dan Kriminal

by -611 Views
by

image

Kabarkite.com-Lubuklinggau (19/10), ANGKA Kriminal yang semakin meningkat di kota Lubuklinggau  membuat anggota DPRD Provinsi tingkat I Sumatera Selatan angkat bicara menyikapi Hal ini.
Darmadi Jupri atau yang sering di panggil DEJE sangat khawatir mendengar betapa tingginya angka kriminal di kota tempatnya di besarkan ini, menurutnya semua ini bermula dari tingginya angka pengguna dan peredaran narkoba di Lubuklinggau yang akhirnya memicu kriminalitas.

“Saya cukup prihatin akan  tingginya angka kriminalitas di kota ini yang tidak lepas dari meningkatnya peredaran Narkoba sudah sangat menghawatirkan. Sekarang persoalan ini tidak saja menjadi tugas pihak kepolisian saja tetapi sudah menjadi persoalan kita masyarakat yang ada di kota lubuklinggau, baik pihak agamawan, sekolah maupun orang Tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak remaja dan mengawasi perkembangannya.”ujar Deje kepada kabarkite.com, selepas mengikuti sidang Paripurna HUT Lubuklinggau yang ke -12, tadi Siang.

Menurut Deje, Pembuat kriminal ini setiap hari nya hanya berfikir bagaimana mendapatkan barang haram tersebut, Sama dengan fikiran oknum para pejabat di kota lubuklinggau ini yang terindikasi sebagai pemakai Narkoba, mereka akan berfikir bagaimana caranya melakukan korupsi untuk membeli barang narkoba.

“Para pengguna narkoba tersebut tidak akan pernah dapat berfikir normal lagi, pejabat nya tidak akan dapat mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya  karena dalam otak mereka adalah bagaimana mendapatkan barang haram tersebut walaupun harus melakukan tindak kriminal sekalipun, begitu juga dengan masyarakat lainnya yang menggunakan narkoba,”ujarnya.

Selain itu, Deje sangat mengapresiasi tindakan walikota untuk melakukan test urin, tapi jika memang benar-benar ingin memberantas narkoba dikalangan penyelenggara pemerintahan, seharusnya dengan cara test darah, jadi akan benar-benar ketahuan siapa pengguna barang haram tersebut.

Ditambahkannya bahwa jika angka kriminalitas terus meningkat bagaimana kota ini mau dijadikan kota wisata Visit 2015, jika kriminal masih merajalela.
“Saya pastikan wisatawan akan takut datang ke objek wisata yang ada karena takut akan menjadi sasaran kriminalitas, oleh sebab itu saya menghimbau kepada Pemerintah dan semua elemen termasuk pihak keamanan untuk dapat bertindak tegas jika melihat perbuatan kriminal terjadi di depan mata kita, Dan saling membantu untuk menjaga keamanan di desa, kampung maupun lingkungan sekeliling kita”,Pungkasnya. (Panto)