Foto : Kompol Novel Baswedan Penyidik KPK Seusai geledah kantor Bupati Empatlawang.
Kabarkite.com-Empatlawang (29/10),TIM penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah kantor Bupati Empat Lawang, Selasa (29/10) sekitar pukul 10.30 WIB. Tidak hanya itu, tim penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di rumah pribadi H Budi Antoni Aljufri, yang berada di Desa Lampar, Rumah Dinas serta posko HBA Center.
Penggeledahan dipimpin penyidik KPK, Komisaris Polisi Novel Baswedan bersama sejumlah tim penyidik berseragam KPK lainnya. Pemeriksaan sejumlah dokumen di gedung sekretariat Pemkab dan Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), berlangsung hingga pukul 12.00 WIB, kemudian tim penyidik dibagi sebagian menuju pemeriksaan di kediaman pribadi Bupati di Desa Lampar Baru Kecamatan Tebing Tinggi.
Belum ada keterangan lengkap dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh KPK ini, namun dugaan muncul penyelidikan terkait suap sengketa Pilkada Empat Lawang, yang melibatkan ketua MK nonaktif Akil Mockhtar.
Ketua penyidik KPK Kompol Noval Basweden, tidak memberikan komentar banyak. Dia menyarankan agar awak media konfirmasi langsung ke juru bicara KPK Johan Budi. “Silahkan tanya ke pak Johan ya, saya cuma menjalankan tugas. Kalau penjelasan itu kewenangan pak Johan,” katanya singkat kepada sejumlah awak media yang sudah lama menuinggunya.
Usai perbincangan singkat itu, Kompol Novel Basweden didampingi sejumlah penyidik dan kepolisian menuju ke kediaman pribadi bupati H Budi Antoni Aljufri. “Infonya mereka (KPK, red) melakukakn penggeledahan di kediaman pribadi bupati,” ujar sumber yang ditemui kabarkite.com di sekitaran Pemkab.
Sementara itu Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri tidak berkomentar banyak mengenai penggeledahan dilakukan KPK di kantor dan kediamannya.
“Kita tunggu saja hasilnya,” ujar HBA kemudian melaju dengan X trail hitam bernopol BG 978 MK, diiringi rombongan penyidik KPK.
Pada kesempatan yang sama, setidaknya beberapa penyidik mendatangi kantor DPPKAD, penyidik tampak menyita beberapa dokumen penting seperti laptop pegawai berkepentingan di DPPKAD.
Penggeledahan tidak sampai disitu saja, berlanjut ke rumah pribadi bupati, kemudian sekretariat HBA center dan kembali lagi ke kantor Bupati, penggeledahan dilakukan hingga pukul 17.00 WIB.(Tono)

