Rodi Wijaya : Tak Tau Pengadaan Jas Dan Pin Dewan

by -631 Views
by

image

Foto : Ketua DPRD Lubuklinggau, Rodi Wijaya.

Kabarkite.com – Lubuklinggau (23/4), Ketua DPRD Kota Lubuklinggau tidak tau mengenai adanya dugaan mark up anggaran pengadaan jas dan pin yang dianggarkan dalam APBD perubahan 2014 senilai Rp 440 juta bagi anggota DPRD Kota Lubuklinggau.  Saat ini santer beredar informasi dilapangan 25 orang anggota DPRD Lubuklinggau periode 2009-2014 justru tak dapat jatah seragam.

Rodi Wijaya menjelaskan kalau dirinya tidak mengetahui secara rinci terkait pengadaan jas dan pin dewan.  Namun dirinya tidak menampik kalau 30 anggota DPRD Kota Lubuklinggau periode 2014-2019 sudah dapat bagian.

“Tidak ada masalah semuanya dapat jas maupun pin, dan sejauh ini tidak ada yang komplain.  Tetapi kalau ditanya soal pengadaan dan berapa anggaranya saya tidak tahu, tanyakan saja pada ketua yang lama, Hasbi Asadiki,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Lubuklinggau periode 2009-2014, Hasbi Asadiki saat dikonfirmasi menjelaskan kalau 55 orang wakil rakyat mendapat seragam dan pin. Yang terdiri dari 25 orang anggota dewan periiode sebelumnya dan 30 anggota dewan baru.

“Periode saya sebelum akhir masa jabatan kami dapat dua seragam yakni jas dan safari. Tetapi kalau soal anggaran saya lupa,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris DPRD Lubuklinggau, Rusli menjelaskan, terkait pengadaan jas dan pin tidak ada masalah. Apalagi memang hanya 20 anggota dewan baru saja yang mendapatkan jas. Serta pin emas 7 gram 18 karat kepada 20 anggota dewan baru dan 5 orang anggota PAW.

“Untuk dewan lama diberikan pakaian PSH dan PSR. Mereka tidak dapat jas. Saya juga tidak tahu persis berapa kualitas emas tersebut, tapi untuk harga kisaran Rp 300 ribu,” terangnya.

Dari beberapa sumber, salah seorang anggota dewan 2009-2014, membenarkan kalau ada anggaran untuk pengadaan jas dan pin dewan.
“Memang ada anggaranya, tetapi sepengetahuan saya justru 25 anggota DPRD Kota Lubuklinggau periode 2009-2014 tidak dapat. Seharusnya selain pin mantan para wakil rakyat juga dapat,” jelasnya seraya meminta aparat penegak hukum untuk menyelidikinya.
(Aulia)