PELANGI Sumsel Siap Meriahkan Festival Sriwijaya 2026 dengan Aduan Layangan Spektakuler

by -363 Views

Kabarkite.com, Palembang, – Semangat kreativitas dan pelestarian budaya kembali menggema di Sumatera Selatan. Komunitas Pelangi memastikan partisipasinya dalam Festival Sriwijaya 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Sumatera Selatan ke 80 tahun, melalui sebuah agenda bertajuk “Sriwijaya Kite Fighting.”

Keputusan ini dihasilkan dalam rapat daring yang digelar pada Rabu (6/5/2026). Acara tersebut diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik utama festival dengan menghadirkan kompetisi layangan yang unik, kompetitif, dan sarat nilai budaya.

Salah satu agenda unggulan adalah Aduan Layangan Freestyle 200 Gelasan Katun, sebuah pertandingan massal yang mempertemukan hingga 200 layangan dalam satu arena. Peserta dari berbagai kalangan—mulai dari pelajar, komunitas, hingga perwakilan instansi—akan bertanding menggunakan layangan khas Palembang reko 80. Babak penyisihan nomor Freestalys ini akan menyaring peserta hingga tersisa enam finalis terbaik untuk bertanding di babak final.

Selain adu ketangkasan, unsur seni juga dihadirkan melalui Lomba Lukis Layangan berukuran 110 cm x 110 cm. Peserta akan menuangkan kreativitas dengan tema peninggalan sejarah kerajaan di Sumatera Selatan, sejalan dengan semangat Festival Sriwijaya dalam mengangkat kekayaan budaya daerah.

Tak hanya untuk umum, PELANGI Sumsel juga menggelar nomor pertandingan Aduan Beregu (Katun/senar) antar PELANGI kabupaten kota. Rangkaian kegiatan lainnya meliputi penerbangan layangan kreasi (menyesuaikan kondisi cuaca), workshop pembuatan layangan, hingga pameran layangan bersejarah lengkap dengan koleksi piala dan medali.

Ketua PELANGI (Perkumpulan Pelayang Indonesia) Sumatera Selatan, Eka Subakti, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya.

“Melalui Sriwijaya Kite Fighting, kami ingin menghadirkan bukan hanya aduan layangan, tetapi juga ruang ekspresi seni dan edukasi budaya. Layangan adalah bagian dari tradisi yang harus terus dijaga dan dikenalkan ke generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa konsep acara yang terbuka untuk berbagai kalangan diharapkan mampu menarik partisipasi luas dari masyarakat.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya, baik untuk masyarakat umum maupun komunitas. Ini momentum untuk menghidupkan kembali permainan tradisional dengan kemasan yang lebih modern dan menarik,” tambahnya.

Dari sisi persiapan, panitia telah terbentuk dengan Oka Wiryadi sebagai ketua, didukung sekretaris Muhammad Firdaus dan bendahara RA Mayang Sari.

Pendaftaran peserta akan segera dibuka melalui tautan resmi dan dijadwalkan ditutup pada 15 Mei 2026. Sementara itu, uji coba lapangan sekaligus pemetaan lokasi direncanakan berlangsung pada akhir pekan mendatang.

Dengan konsep yang memadukan olahraga tradisional, seni, dan edukasi, “Sriwijaya Kite Fighting” diharapkan menjadi magnet baru dalam Festival Sriwijaya tahun ini. Jika cuaca mendukung, langit Sumatera Selatan akan dihiasi ratusan layangan warna-warni yang bertarung dan menari di udara—menjadi simbol hidupnya kembali warisan budaya di tengah masyarakat modern. (SB)