Kabarkite.com, Kota Lubuklinggau – Suasana haru, bangga, dan penuh khidmat menyelimuti pelaksanaan Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Alumni RA, MI, serta SMP-IT Al-Haadi Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Haadi Kota Lubuklinggau.
Kegiatan tahunan yang menjadi momentum penting dalam perjalanan pendidikan para santri tersebut berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni, religi, dan kreativitas dari para santri Pondok Pesantren Al-Haadi yang turut menghibur para tamu undangan dan wali santri yang hadir.
Acara dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Al-Haadi, Hj. Rosmawati, M.Pd.I, Pendiri Pondok Pesantren Al-Haadi H. Muhammad Rudi, S.Sos., M.Si bersama Ustadz Hendra, serta Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Kasi Pakis) Kantor Kementerian Agama Kota Lubuklinggau Dr. H. Habibullah Angkasa, M.Ag.
Turut hadir pula Ketua DPD Forum Pondok Pesantren (Forpes) Ustadz Ahmad Fikri, S.Pd.I, Ketua Muslimat PCNU Kota Lubuklinggau Ibu Aminah Sandriati, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Herdianto, A.Md.IP., S.H., M.Si selaku wali santri, Sekretaris Satpol PP Kota Lubuklinggau Muhamad Syarifian, S.H. selaku wali santri, para kepala sekolah RA, MI, SMP-IT Al-Haadi, seluruh ustadz dan ustadzah, wali santri, serta para santri peserta wisuda dan alumni.
Pada momentum penuh makna tersebut, Pondok Pesantren Al-Haadi secara resmi mewisuda 10 santri Tahfidz Al-Qur’an, sekaligus melepas alumni dari berbagai jenjang pendidikan, yakni 7 alumni Raudatul Athfal (RA) Al-Haadi, 7 alumni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Haadi, dan 12 alumni SMP-IT Al-Haadi.
Ketua Yayasan Pendidikan Al-Haadi, Hj. Rosmawati, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian para santri yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, namun juga menjadi bagian dari ikhtiar mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Pendiri Pondok Pesantren Al-Haadi, H. Muhammad Rudi, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap para alumni dan wisudawan tahfidz dapat menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Jangan pernah berhenti belajar serta tetap menjaga nilai-nilai akhlakul karimah yang telah ditanamkan di pondok,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung penuh haru terutama saat prosesi penyematan penghargaan kepada para wisudawan tahfidz dan pelepasan alumni, yang disaksikan langsung oleh para orang tua dan wali santri. Momen tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Al-Haadi dalam membangun pendidikan berbasis keagamaan yang berkualitas di Kota Lubuklinggau.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pondok Pesantren Al-Haadi diharapkan terus menjadi lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi unggul, cinta Al-Qur’an, berprestasi, serta memiliki karakter kepemimpinan dan akhlak yang baik di tengah masyarakat. (*)





