Kabarkite.com, LUBUKLINGGAU – Dampak musim kemarau yang berkepanjangan mulai dirasakan masyarakat Kota Lubuklinggau. Sejumlah warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sebagian masyarakat yang telah lama terhubung dengan jaringan instalasi air minum PDAM Tirta Bukit Sulap dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh pasokan air secara rutin.
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan ketika sumber air baku, termasuk sumber air di wilayah Apur, dilaporkan mengalami penyusutan hingga mengering. Sementara itu, beberapa instalasi pengambilan air (intake) PDAM belum dapat beroperasi secara normal sehingga berdampak terhadap kelancaran distribusi air kepada pelanggan.
Di tengah kondisi tersebut, keterbatasan armada distribusi juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau disebut hanya memiliki satu unit mobil tangki air untuk melayani kebutuhan masyarakat di wilayah Kota Lubuklinggau yang mencakup delapan kecamatan dan 72 kelurahan.
Melihat situasi tersebut, Ahlul Fajri, sebagai masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial dan kebutuhan dasar warga, mengajak berbagai pihak untuk ikut berkontribusi mencari solusi nyata bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air bersih.
“Saya berharap ada pihak yang tergerak untuk membantu Kota Lubuklinggau, baik perusahaan, pelaku usaha, lembaga sosial, maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda,” Ungkap Ahlul Fajri di dampingi rekannya Rudi Tanjung.
Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dapat dipertimbangkan adalah penambahan satu unit mobil tangki air bersih untuk mendukung pelayanan distribusi PDAM Tirta Bukit Sulap, khususnya bagi wilayah yang mengalami gangguan pasokan air.
Ahlul Fajri juga membuka peluang dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan atau bentuk tanggung jawab sosial lainnya. Ia berharap kendaraan tangki air tersebut dapat disediakan oleh pihak yang bersedia membantu, kemudian diserahkan melalui Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Bukit Sulap sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat.
“Apabila ada perusahaan atau pihak ketiga yang berkenan membantu melalui program CSR, saya berharap bantuan satu unit mobil tangki air bersih ini dapat menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat Kota Lubuklinggau. Penyalurannya dapat dikoordinasikan bersama Pemerintah Kota agar pemanfaatannya tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa upaya ini bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama dalam mencari solusi di tengah situasi kemarau yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan bersama Lembaga Kontrol Sosial Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 dan Awak Media sebagai bentuk sinergi lembaga kemasyarakatan dengan pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Keterlibatan lembaga kemasyarakatan diharapkan dapat memperkuat pengawasan, koordinasi, serta penyampaian aspirasi warga agar penanganan persoalan air bersih berjalan transparan dan tepat sasaran.
Selain penambahan armada tangki, Ahlul Fajri berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau bersama PDAM Tirta Bukit Sulap terus mengupayakan pemulihan sumber air baku, optimalisasi instalasi pengambilan air, serta penyusunan jadwal distribusi air tangki yang adil dan terkoordinasi bagi warga terdampak.
Menurutnya, sinergi pemerintah daerah, PDAM, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat sangat diperlukan agar persoalan air bersih dapat ditangani secara bertahap dan tepat sasaran.
“Mari bersama-sama hadir memberikan solusi. Satu unit mobil tangki air mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak keluarga yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih. Semoga ada pihak yang tergerak untuk membantu demi kepentingan masyarakat Kota Lubuklinggau,” Tutup Ahlul Fajri. (RD)
