Foto : Dandim 0404 Panen bersama Petani Lepak jaya.
” Kawal Ketat Pupuk Petani”
Kabarkite.com – Muaraenim (11/4), Kecamatan Tanjung Agung menggelar Panen Perdana Padi jenis SRI melalui kelompok Tani Lepak Jaya di desa Lebak Budi sebagai perwujudan penguatan dan ketahanan Pangan di kabupaten Muaraenim.
“Panen raya padi SRI saat ini, contohnya, merupakan bentuk kemanunggalan TNI bersama rakyat. Bahkan lebih tegas lagi sebagai komitmen kuat TNI, saat pendistribusian pupuk untuk petani, seluruh anggota TNI, Koramil hingga Babinsa dilibatkan dalam pendampingan atau pengawalan penyaluran pupuk hingga ke petani,” kata Dandim 0404 Muaraenim, Letkol Inf Ruslan SE, Kamis (9/4) kemarin.
Menurut Ruslan, tidak hanya pengawalan pupuk terhadap pendistribusian benih atau bibit padi juga dilakukan. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyelewengan bantuan pupuk dan juga benih padi untuk petani. “Pupuk dan bibit padi dikawal dari distributor sampai ke tangan petani, karena selama ini banyak disalahgunakan,” katanya.
Ditambahkannya, anggota Kodim 0404 mengawal pupuk dan benih padi sehingga tidak ada celah distribusi pupuk atau benih padi palsu. “Tidak bisa main – main. Tuturnya.
Kemanunggalan TNI wilayah Kodim 0404 bersama rakyat ini juga dilakukan dalam bentuk bercocok tanam padi. Dimana seluruh anggota bekerja dan mengajari bagaimana pola tanam padi yang bagus. “Bahkan anggota TNI Kodim 0404 sudah dilatih, pelatihan bertanam padi di Subang Jawa Barat dan Martapura OKU. Guna memberikan pengetahuan kepada petani bahkan anggota Kodim 0404 juga ikut praktek bertani padi langsung disawah,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, TPH Muaraenim Ir Kani Daah, mengatakan panen raya padi SRI untuk mendukung ketahanan pangan nasional sebagai tindak lanjut dari hasil rapat pimpinan Kabupaten Muaraenim beberapa waktu lalu. Untuk panen raya padi SRI kali ini, dilakukan pada lahan seluas 2200 hektar yang ditanam, dimana yang dipanen pada lahan 1500 hektar.
“Konsentrasi Pemkab untuk mensukseskan ketahanan pangan ini, juga dibentuk berdasarkan keputusan bupati sebuah komisi pupuk dan pestisida, yang menangani pengawasan terhadap distribusi pupuk. Sehingga penyalahgunaan wewenang dalam penyaluran pupuk dapat dihindari,” terangnya.
Kani mengatakan pada tahun 2015 ini Pemkab Muaraenim telah menganggarkan melalui APBD Pemkab Muaraenim bantuan bibit padi. “Yakni sebanyak 422 ton bibit padi hingga akhir tahun senilai Rp 4 miliar lebih dengan bibit sesuai permintaan petani, ungkapnya. (Jazzi)
