*Ilustrasi
#Wilayah Dermaga Milik Kab.Muaraenim, Yang Kasih Ijin Pemkot Palembang.
Kabarkite.com – Muaraenim (19/5), Ada sebuah Masjid yang dibangun pada tahun 1949 yang berada di Wilayah Gedung Buruk kecamatan Muara belida Kabupaten Muaraenim, akan tetapi kenapa Pemkot Palembang malah memberikan izin pembangunan Dermaga PT RMK yang terletak di desa Tanjung Baru kecamatan Muara belida, Pada hal dalam tata batas wilayah ini masuk Kabupaten Muaraenim.
“Secara tata batas, wilayah tempat operasi PT RMK masuk Kabupaten Muaraenim, tapi mengapa perizinannya diberikan Pemkot Palembang. Secara resmi kita sudah panggil PT RMK untuk menghadap tapi mereka tidak datang,” ujar Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar saat ditemui Kabarkite.com, (17/5).
Rencananya, lusa (Rabu, 21/5), bupati bersama pejabat muspida akan meninjau langsung lokasi lahan Muaraenim yang dicaplok Pemkot Palembang tersebut. “Rabu (21/5), saya akan cek langsung ke lapangan, sebab masalah ini harus ada titik terangnya,” ujar Muzakir Sai Sohar.
Sementara itu, Asisten I Pemkab Muara enim Drs H Bulgani Hasan MM membenarkan bahwa wilayah beroperasinya dermaga PT RMK di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belide dalam tata batas yang disepakati pada 1996 (pemasanagan 12 patok batas) adalah masuk wilayah Kabupaten Muara enim.
“Karena tata batasnya adalah sungai bengkinang, jadi dipasang 12 patok batas secara zig-zag, mungkin salah anggapan dalam tata batas Pemkot Palembang mengklaim itu wilayah mereka,” ujar Bulgani Hasan.
“Informasi yang kita dapatkan, patok 12 sudah hilang, kalau sengaja dibuang berarti ada unsur pidananya,” timpal Asisten I.
Saat ini selain dermaga, juga sudah ada kegiatan infrastruktur lain yang dilakukan PT RMK. Pemkab Muaraenim secara resmi sudah mengirim surat penyetopan kepada PT RMK dan ditembuskan ke Gubernur.
“Yang jadi masalah ada surat gubernur yang mengatakan masuk Palembang. Kita menyesalkan petugas tata batas provinsi tidak bisa membaca peta yang ada, dan tidak sesuai fakta hasil kesepakatan pada 1996, bahwa daerah itu masuk Kabupaten Muaraenim,” tegas Bulgani Hasan.(Jazzi)

