Derita Tak Usai Warga Pauh

by -654 Views
by

image

Foto : Kondisi Jalan Desa Pauh Muratara.

Kabarkite.com – Muratara (31/5), Ironi dan dilema yang dirasakan oleh warga Desa Pauh 1 dan Pauh Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musirawas Utara (Muratara),sejak masih jadi bagian kabupaten Musirawas dan kini menjadi bagian dari sebuah Kabupaten Baru “Muratara” belum genap berumur setahun itu akses Jalan menuju desa tersebut sangatlah memperihatikan.

Bahkan jarak desa yang sangat terpencil itu harus dilalui warga setempat dengan lelah karena harus mendorong kendaraan mereka karena terjerebab pada bagian akses jalan yang mayoritas adalah lumpur (tanah merah), terkadang banyak pula masyarakat terjebak di jalan dan harus menunggu kendaraan lain hingga berhari-hari bahkan hingga meninginap karena kendaraan mereka tidak mampu lagi bergerak.

Untuk menuju desa tersebut dari simpang empat rupit menuju kecamatan karang dapo hingga ibu kota kecamatan rawas ilir menuju pabrik lonsum jalan tidak begitu rusak karena sebagian jalan berkwalitas beton,namun akses jalan dari pangkal pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut sangatlah para kerusakannya bila seperti kondisi kini cuaca ekstrim sangatlah susah untuk sampai didesa itu.

“Beginilah kondisi jalan desa pauh, desa kami adalah desa terpencil dan terisolir sejak dulu pembangunan sangatlah nihil terjadi sejak awal desa ini ada hingga kini faktor kendala yang peling sakral yakni mengenai kondisi jalan. Bila mana hujan maka tidak ada istilah warga baik itu yang akan kembali dari kota ataupun sebaliknya melakukan aktifitas, kecuali mobil-mobil tertentu seperti strada dan kendaraan dobel gardan,” Ujar Saryono Kepala Desa Pauh kepada kabarkite.com, saat bersama menuju desa tempat dirinya bertugas sebagai Kades.

Dikatakanya, entah kepada siapa lagi masyarakat kedua desa paling ujung itu, sebab harapan dan usulan sejak dulu hingga kini kepada pihak pemerintah boleh dikatakan sia-sia alias Nol besar karena sama sekali tanpa realisasi.

“Kini dengan sudah dimekarkannya kabupaten Muratara dari kabupaten induk yakni Musirawas, semoga desa pauh yang sudah puluhan tahun dambakan akses jalan aspal atau beton dapat terwujud segera,”Harapnya. (Red)