Kabarkite.com, Musi Rawas – Pihak Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD SPAM) Kabupaten Musi Rawas terus bergerak cepat guna menyelesaikan persoalan macetnya distribusi air bersih yang dikeluhkan oleh masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Setelah sebelumnya sempat memberikan konfirmasi singkat via pesan elektronik, Kepala BLUD SPAM Musi Rawas, Rino, kini memberikan penjelasan yang lebih mendalam dan komprehensif saat ditemui langsung oleh awak media di ruang kerjanya pada Selasa (2/6/2026).
Rino menegaskan bahwa jajarannya telah melakukan upaya maksimal di lapangan demi menormalisasi pasokan air bersih. Langkah taktis yang diambil meliputi pembersihan fasilitas pengolahan air (Water Treatment Plant/WTP) secara menyeluruh, hingga membangun komunikasi intensif dengan pihak Unit Ibu Kota Kecamatan (IKK) serta para kepala desa di wilayah terdampak.
“Kami sudah melakukan upaya maksimal dengan melakukan pembersihan fasilitas. Selain itu, koordinasi langsung juga terus kami lakukan dengan pihak IKK dan beberapa kepala desa, salah satunya Kepala Desa Mambang,” ungkap Rino kepada wartawan.
Targetkan Satu Minggu Air Kembali Normal, Merespons keresahan warga yang sudah cukup lama kesulitan mendapatkan air bersih, Rino membawa kabar baik. Ia memberikan estimasi waktu konkret terkait pemulihan jaringan distribusi air di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.
Pihaknya optimistis bahwa dalam kurun waktu satu pekan ke depan, aliran air bersih akan kembali menjangkau rumah-rumah pelanggan dengan normal.
“Insya Allah, untuk masyarakat di wilayah Karya Sakti dan desa-desa sekitarnya, dalam waktu 7 hari ke depan sudah bisa menikmati air PAM kembali,” ujarnya optimis.
Klarifikasi Terkait Isu Tagihan ‘Zonk’
Selain fokus pada perbaikan teknis, Rino juga memberikan klarifikasi resmi mengenai polemik tagihan dan denda yang tetap berjalan di saat air tidak mengalir—kondisi yang sebelumnya sempat memicu kritik tajam dan dinilai melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Menurut Rino, persoalan tagihan tersebut merupakan sebuah kesalahpahaman informasi (miskomunikasi) yang terjadi di sistem pencatatan dan lapangan. Ia pun meminta waktu kepada masyarakat untuk merapikan administrasi sekaligus membenahi seluruh keluhan yang ada.
“Mengenai adanya tagihan yang tetap berjalan namun air tidak mengalir, itu sebenarnya terjadi miskomunikasi. Saya meminta waktu satu minggu ke depan lah untuk membenahi dan menyelesaikan seluruh keluhan masyarakat yang ado kando (wartawan),” Pungkas Rino menyudahi wawancara.
Dengan adanya komitmen langsung dari pucuk pimpinan BLUD SPAM Musi Rawas ini, masyarakat kini menanti realisasi janji tersebut dalam tujuh hari ke depan. Warga berharap tidak hanya air yang kembali mengalir bersih, namun juga ada solusi yang adil terkait penyesuaian tagihan bulanan mereka. (Rudi Tanjung)





