Gerbang Tani Kawal Kedaulatan Pangan dan Serukan Lawan Virus Corona

by -61 Views

Kabarkite.com, Okut (18/3) – Dalam rangka mensosialisasikan Visi Misi dan Program kerja Gerbang Tani tahun 2020, DPC Gerbang Tani OKU Timur menggelar Diskusi Kampung Tani, bertempat di desa Sawung Dadi Kec. BP. Peliung. Diskusi Kampung Tani mengangkat tema Partisipasi Tani Milenial Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan OKUT Timur.

Hadir sebagai pembicara yaitu Wakil Ketua DPW Gerbang Tani Sumsel Eka Subakti dan H. Lanosin selaku Dewan Pembina DPC Gerbang Tani OKU Timur dan Akademisi dari Suparman

Eka, memaparkan Gerbang Tani merupakan wadah bersama kaum tani, sebagai tempat untuk belajar dan berjuang memenangkan kepentingan kaum tani. Untuk itu kaum tani mesti mengidentifikasi potensi yang nantinya menjadi dasar perumusan program perjuangan Gerbang Tani yaitu prioritas program kementerian pertanian.

Pertama, peningkatan produksi dan produktivitas melalui gerakan nasional peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian serta peningkatan kapasitas SDM pertanian.

Kedua, menurunkan biaya pertanian menuju pertanian berbiaya rendah melalui peningkatan efisiensi dan pengembangan kawasan berbasis korporasi.

Ketiga, pengembangan dan penerapan mekanisasi serta akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi. Dan Keempat, ekspansi pertanian melalui perluasan pemanfaatan lahan termasuk lahan rawa dan sub optimal lainnya serta penyediaan air (irigasi, embung, dan bangunan air lainnya), Target peningkatan produksi komoditas utama sebanyak 7% per tahun, gerakan tiga kali ekspor (GraTIEks) hingga tahun 2024, serapan KUR sektor pertanian sebesar Rp 50 triliun per tahun,” Pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) 7.879 unit pada tahun 2024. Kemudian mengupayakan tumbuhnya petani milenial berjiwa entrepreneur 500.000 pemuda per tahun. Pendirian KOSTRATANI Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani),” Kostratani menjadi simpul koordinasi di tingkat Kecamatan, yang bergerak satu sistem yang terintegrasi berbasis digital. Sehingga akan terjadi sinergi yang harmonis di lapangan dan dapat termonitor dan dikendalikan dari Pusat melalui Agriculture War Room (AWR).

Sementara, H. Lanosin yang saat ini menjadi bakal calon bupati OKU Timur menjelaskan, bahwa untuk mewujudkan OKU Timur sebagai lumbung pangan dan mendukung kedaulatan pangan Nasional, perlu di bangun Badan Usaha Milik Daerah di bidang pangan. BUMD itu nantinya akan memyerap tenaga kerja milenial dan menyerap hasil produksi pertanian. Enos, meminta Gerbang Tani berperan aktif bekerjasama dengan BUMD Pangan nantinya. Selain itu, jika nantinya rakyat memandatkan kepada nya sebagai Bupati maka untuk pembamgunan infrastruktur desa akan di laksanakan oleh Pemkab, jadi Dana Desa yang bersumber dari APBN akan lebih di alokasikan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pengembangan BUMDesa dan pengembangan produk unggulan desa.

Suparman, yang juga dosen perguruan tinggi menyebutkan bahwa pembangunan pertanian mesti kolaborasi antara petani, pemerintah dan pihak ketiga. Paman, menjelaskan komposisi petani penggarap jumlah nya paling besar di OKU Timur, dan menyumbang kemiskinan di OKU Timur. Untuk itu di perlukan strategi perluasan areal tanam agar bisa menyerap petani penggarap untuk mengelola lahan.

Diskusi Kampung Tani juga menyerukan kepada kaum tani khususnya OKU Timur untuk bersama sama melawan penyebaran virus Covid 19 atau Corona dengan cara terus mensosialisasikan upaya pencegahan sebagaimana yang di putuskan Pemerintah Pusat.

Kesimpulan dan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang akan di jalankan. Bahwa Gerbang Tani sebagai sebuah wadah demokratis dipandang perlu untuk mengkonsolidasi kan kekuatan tenaga produktif perdesaan yaitu kaum tani. Berikut langkah langkah yang akan dijalankan:

  • Konsolidasi Organisasi dan rekruitmen anggota Gerbang Tani hingga tingkat desa
  • Peningkatan kapasitas SDM Tani
  • Pembangunan jaringan kerja, kemitraan dan pemasaran produk unggulan desa melalui website dll.
  • Validasi Data sebagai bahan baku perencanaan dengan skema baru digitalisasi 4.0
  • Kajian kajian pertanian untuk mendukung terbitnya regulasi daerah tentang pertanian (Perda, Perbup dan lain sebagainya). (rilis)