HBA Siap Datangi KPK

by -654 Views
by

image

Kabarkite.com-Empatlawang, (29/10), Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri SE MM (HBA), mengaku siap untuk mendatangi panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 1 November mendatang.
“Saya diminta oleh KPK untuk datang, tentunya saya siap untuk memberikan keterangan di KPK nanti,” ujar HBA kepada Kabarkite.com, Rabu (30/10).

Dikatakan HBA, penggeledahan yang dilakukan KPK kemarin, serentak dilakukan di Kabupaten Empat Lawang dan Kota Palembang, terkait dugaan indikasi suap Ketua MK nonaktif Akil Mochtar. Ini merupakan hal yang wajar guna proses penyidikan. “Ya, semua sudah diperiksa, pemeriksaan ini dilakukan lama, karena handphone karyawan diperiksa satu persatu. Kita juga tidak keberatan diperiksa, karena memang tidak melakukan kecurangan, buktinya tidak ada temuan,” katanya.

Ditambahkannya, penyidik KPK sempat mencurigai adanya dugaan penggunaan dana APBD untuk Pilkada lalu, namun setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada. Selain di ruangannya, pemeriksaan juga dilakukan di kediamannya Puri Lampar. Dari sana mereka meminjam berkas yang berkaitan dengan Pilkada, seperti C1, serta hasil realcount. KPK juga menyita handphone dan BlackBerry miliknya guna penyidikan lebih lanjut. “Tidak ada temuan penggunaan APBD atau lainnya, mereka hanya membawa sejumlah berkas termasuk handphone dan BB. Bismillah saya siap memberikan keterangan di KPK nanti,” imbuhnya.

HBA berharap, masyarakat Empat Lawang tidak terpancing isu yang menyesatkan, terkait penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di Empat Lawang. “Jangan mudah terpancing isu yang tidak benar,” pungkas HBA.

Seperti diketahui sebelumnya, KPK secara mendadak mendatangi perkantoran Pemkab Empat Lawang dan langsung melakukan penggeledahan di ruangan kerja bupati Empat Lawang. Selain itu, beberapa penyidik KPK juga mendatangi gedung DPKKAD serta menyita beberapa dokumen. Bahkan, penyidik KPK juga mendatangi kediaman pribadi dan rumah dinas bupati Empat Lawang.

Usai melakukan pemeriksaan, salah satu penyidik KPK, Novel Basweda usai menyatakan, pihaknya hanya mengambil satu cover berkas untuk pemeriksaan, bukan berarti hal ini temuan. “Berkas tersebut untuk pemeriksaan. Dalam konteknya ini bukanlah temuan,” ungkapnya singkat.(Rodi)