Herman Deru: Pengurus SMSI Sumsel Punya Gen Media, Newsroom Jaga Desa Jadi Ekosistem Informasi

by -32 Views

Kabarkite.com, PALEMBANG, Editorial Pagi SMSI Sumsel — Sambutan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyoroti peran strategis para pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Selatan yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki media masing-masing. Ia menyebut, di setiap pengurus SMSI Sumsel terdapat “gen media”, sebuah ungkapan yang menggambarkan kuatnya keterkaitan para pengurus dengan dunia usaha pers dan industri informasi digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri pelantikan Pengurus SMSI Sumatera Selatan masa bakti 2026–2030 di The Zury Hotel Palembang, Kamis (29/10/2026).

Ungkapan “gen media” menjadi sorotan karena menggambarkan karakter SMSI sebagai organisasi yang menaungi para pemilik dan pengelola perusahaan media siber. Di balik organisasi ini, terdapat para pelaku usaha pers yang menjalankan perusahaan media, membangun jaringan informasi, sekaligus menghadapi tantangan perubahan teknologi dan pola konsumsi berita masyarakat.

Bagi industri pers, keberadaan media siber bukan sekadar persoalan kecepatan menyampaikan informasi. Tantangan yang dihadapi juga mencakup profesionalisme jurnalistik, keberlanjutan bisnis media, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik.

Karena itu, pernyataan gubernur tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terhadap posisi strategis para pengusaha media dalam ekosistem informasi daerah.

Bukan Sekadar Organisasi, tetapi Ekosistem Media

SMSI merupakan organisasi perusahaan media siber yang menjadi bagian dari ekosistem pers nasional. Peran perusahaan media di daerah semakin penting dalam menyampaikan informasi pembangunan, mengawasi jalannya pemerintahan, serta mengangkat persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian publik.

Dengan latar belakang para pengurus yang berkecimpung langsung dalam industri media, SMSI Sumsel memiliki ruang untuk memperkuat kolaborasi antarpemilik media, meningkatkan kapasitas perusahaan pers, dan mendorong pengelolaan media yang profesional.

Namun, besarnya jaringan media juga membawa tanggung jawab. Pertumbuhan perusahaan pers perlu berjalan beriringan dengan penerapan kode etik jurnalistik, verifikasi informasi, independensi redaksi, dan perlindungan terhadap kepentingan publik.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya disinformasi, keberadaan perusahaan media yang dikelola secara profesional menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kualitas ruang informasi masyarakat.

Tantangan Pers Siber di Era Digital

Ungkapan “gen media” juga relevan dengan tantangan yang dihadapi industri pers saat ini. Perusahaan media tidak hanya dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga menjaga kredibilitas di tengah persaingan distribusi informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Bagi para pengurus SMSI Sumsel, tantangan tersebut menuntut lebih dari sekadar kemampuan memproduksi berita. Diperlukan strategi bisnis yang berkelanjutan, inovasi dalam pengembangan konten, peningkatan kompetensi wartawan, serta komitmen terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.

Di sisi lain, hubungan antara pemerintah dan media perlu tetap dibangun dengan menghormati independensi pers. Kemitraan yang sehat bukan hanya memudahkan penyebaran informasi pembangunan, melainkan juga memberikan ruang bagi kritik, koreksi, dan kontrol publik terhadap kebijakan pemerintah.

Dengan demikian, makna “gen media” tidak berhenti pada identitas para pengurus sebagai pemilik atau pengelola media. Ungkapan itu sekaligus menempatkan tanggung jawab profesional sebagai bagian penting dari keberadaan mereka di industri pers.

Pelantikan Pengurus SMSI Sumsel masa bakti 2026–2030 pun menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menjawab tantangan industri media siber. Harapannya, perusahaan-perusahaan media yang tergabung di dalamnya dapat terus berkembang tanpa meninggalkan prinsip utama pers: menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.

Bagi SMSI Sumsel, “gen media” bukan hanya tentang siapa yang memiliki media, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan pers dikelola secara profesional dan memberi manfaat bagi masyarakat. (*)