Kas Daerah Kosong,Kontraktor Menjerit

by -639 Views
by

image

Foto : Salah satu pembangunan di Kota Lubuklinggau.

*Pemkot Lubuklinggau Alami Difisit Anggaran.

Kabarkite.com-Lubuklinggau (20/5), Para pengusaha yang bergerak dibidang kontraktor baik itu konstruksi ataupun pengadaan barang dan jasa di Kota Lubuklinggau terpaksa harus menjerit dan kebingungan.

Pasalnya pekerjaan atas proyek yang sebagian sudah ada yang selesai dikerjakan oleh kontraktor dengan nominal Rp.100 juta hingga Rp.200 juta, saat mereka ingin menarik dana ke Bank Sumsel Babel atau Bank daerah dengan menunjukan SP2D kepada pihak Bank sama sekali tidak ada gunanya untuk saat ini dan belum bisa di cairkan dalam bentuk uang sesuai dengan pagu anggaran kegiatan mereka masing-masing.

Sebab anggaran APBD tahun 2014, di kas daerah kosong melompong akibatnya seluruh transaksi di SKPD yang menyangkut pembangunan dan program-program kerja pihak Pemkot Lubuklinggau banyak yang terhambat. Tak ayal kontraktor kecilpun dibuat diam seribu bahasa dan hanya bisa tepok jidat.

“Bagaimana kami mau bekerja kalau begini pelaksanaan kegiatan yang kita kerjakan sudah selesai 100% dan semuanya gunakan modal sendiri terlebih dahulu, kini giliran kita mau tarik uang dari nominal anggaran yang ada. Saat ini belum bisa. Kata orang bank kas daerah kosong, akibatnya kontraktor kecil seperti saya ini otomatis tidak bisa beraktifitas untuk jalankan kegiatan lain karena dana yang ada belum bisa cair,” Ujar salah satu kontraktor lokal Kota Lubuklinggau JN yang meminta namanya hanya disebutkan inisial saja kepada kabarkite.com siang ini (20/05) sekitar pukul 12:05.

Dirinya berharap agar pemerintah dapat mencarikan solusi tercepat dan terbaik itu pihak rekanan agar pekerjaan yang mereka selesaikan cepat di bayar sesuai ketentuan anggaran,sebab bila mana kondisi kas kosong seperti saat ini berbulan-bulan bukan tidak mungkin kontraktor kecil akan gulung tikar karena denda bunga bank semakin membengkak.

“Perlu digaris bahwahi tidak semua rekanan yang menjalankan program pemerintah dengan bermitra memiliki modal sendiri, banyak pula yang menggunakan cessi bank dan otomatis 8 persen bunga bank perbulannya akan di bebankan kepada pihak ketiga yang pinjam dana bank untuk kerjakan kegiatan pihak pemkot,”Cetusnya.

Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Raden Syahlendra menuturkan bahwa memang benar adanya pemkot Lubuklinggau mengalami difisit anggaran belum lama ini paripurna sudah diselenggarakan membahas mengenai hal itu.

“Namun untuk lebih baik silahkan awak media langsung wawancara pada pihak DPPKA dan pihak Komisi III yang membidangi hal tersebut, bila saya melangkahi pihak-pihak yang ada dirasakan kurang baik,” Tuturnya singkat seraya menyarankan awak media untuk menghubungi Komisi III dan Pihak Pemkot Lubuklinggau yakni DPPKA selaku leading sektor keuangan pada pemerintahan di Bumi Sebiduk Semare. (Red)