Melintasi Jalan Poros Menuju Rupit, Warga Harus Melewati Kubangan Lumpur

by -7 Views

Muratara, Kabarkite.com, – Sudah lama dan bertahun akses jalan berlumpur membuat Warga Desa Setiamarga Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan (Sumsel), harus berjibaku dengan lumpur saat akan melintas untuk memenuhi kebutuhan hidup, akses jalan ini satu-satunya jalur ekonomi yang terdekat untuk desa lain, lebih parah lagi setiap akan melintas kendaraan roda dua dan Roda empat harus taklukkan kubangan berlumpur.

Untuk memberikan, kemudahan, kelancaran dan manfaat seluruh masyarakat dilakukan gotong royong menjadi perhatian Pemerintah Desa Kabupaten Muratara, ditahun 2021 hingga rampung.

Dengan cara gotong royong pembuatan jembatan sementara diatas kubangan berlumpur yang dilakukan oleh warga setempat demi kelancaran aktivitas kendaraan keluar masuk desa dan berjalannya sumber ekonomi masyarakat, menuhi Kebutuhan Masyarakat.

Jembatan dibangun pada umumnya digunakan sebagai akses penyeberangan sesaat bagi masyarakat melintas keseberang aliran sungai.

Namun fungsi dan manfaat pembangunan jembatan ini tidak lain untuk kelancaran bagi warga desa sehari-hari, baik untuk mengangkut hasil bumi maupun kebutuhan lainya.

Diceritakan oleh seorang warga setempat Isan Budi (43) bahwa jalan dengan panjang puluhan kilo meter dari pusat kecamatan Karang Dapo hingga ke Desa Setia Marga belum rampung pembangunan hingga 100 persen katanya pada Media, Senin (22’3/2021).

Sepanjang Jalan yang berlumpur dan sulit untuk dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Terutama saat musim penghujan banyak kendaraan yang melintas terjebak di kubangan berlumpur bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menimbulka kecelakaan.

Dari kesepakatan bersama dan musyawara bersama perangkat desa, jalan yang berlumpur dibangunlah jembatan kayu agar pengendara roda dua maupun roda empat dapat melintas terang Rozikin Tokoh masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, jembatan tersebut dapat memberikan kelancaran bagi warga walaupun pada akhirnya jembatan tersebut akan kembali rusak karna pembangunan jembatan bukan permanen, melainkan terbuat dari potongan batang kayu yang disusun dan direkatkan dengan paku,” Jelasnya.

Inisiatif yang diambil oleh masyarakat untuk membangun jembatan diatas lumpur tersebut pilihan yang paling tepat, mengingat kondisi jalan yang masih tanah merah sudah sering lakukan perbaikan dengan menggusur ulang jalan tapi belum lama jalan kembali berlubang dan berlumpur.

“Jalan juga tidak bertahan lama hingga 1 bulan sudah kembali rusak tidak ada pengerasan keadaan ini sudah puluhan tahun dirasakan masyarakat. Kami harapkan Pemerintah kembali membangun penerusan jalan hingga rampung 100 persen sampai ke Desa Setia Marga,” Harap nya

Kades Setia Marga (SP4), Bambang Hadiyanto mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut adalah upaya pemerintah desa dan masyarakat bersama untuk mempermuda akses pedesaan.

“Seiring menunggu pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten. Maka kami lakukan gotong royong agar memperlancar aktivitas masyarakat. Akses jembatan tersebut dilakukan di Satu titik yang sangat parah dengan kedalaman lumpur hingga mencapai lutut orang dewasa, masyarakat tetap beraktivitas keluar masuk desa sebab hanya satu-satunya akses jalan yang tetdekat,” Ungkapnya.

Sementara itu Ismail pegawai PU provinsi saat di konfirmasi melalu pesan Whatshapp mengatakan, status jalan tesebut masih jalan Kabupaten dan belum menjadi jalan Provinsi, masih proses status dan akan ada bantuan anggaran di tahun 2021, Provinsi hanya bantu anggaran seperti di tahun lalu.


“Tahun ini mungkin ado dana bantuan dri provinsi, lagi diturunkan untuk jalan itu. Belum tau brapa dan kapan,”Ujar ismail.(rdks)

Sumber : http://beritarakyatsilampari.com/warga-sp4-bercibaku-dengan-kubangan-lumpur-untuk-melintas/

Foto : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2966218610279074&id=100006728918709