Paman DiPolisikan Keponakan

by -552 Views
by

image

Foto : Korban pencabulan siswi SMP saat melapor ke SPK Polres Musirawas.

Kabarkite.com – Muratara (19/5), Sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Mura, kembali menerima laporan kekerasan dan pelecehan seksual pada anak. Kali ini Polres Mura menerima laporan  dugaan tindak  pencabulan yang dialami sebut saja Melati (14), warga Dusun 2, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Korban merupakan siswi SMP kelas dua di salah satu sekolah Kecamatan Karang Jaya, dirinya melapor didampingi kedua orang tuanya Jum’at  (16/5) lalu dengan laporan dugaan pencabulan oleh Pamannya, FI (36) yang masih tetangga depan rumahnya sendiri. Terlapor diduga mencium pipi dan meremes payudara Melati (Maaf..red)

Sayang, dalam laporannya tersebut Melati tidak dapat mengingat lagi kapan persis hari kejadian. Ia hanya mengingat kejadian waktu itu terjadi dibulan Maret sekitar pukul 08.00 WIB tahun 2014 dirumah terlapor yang hanya berseberangan rumah sekitar 20 meter.

“Aku dapat SMS dari Mamang, dia minta dibuatin kopi. Tapi SMS itu idak aku bales. Kemudian, Mamang manggil dari rumahnya,” kata Melati.

Lantas permintaan itu dituruti Melati hingga akhirnya ia masuk kerumah sang Paman untuk membuat kopi. Selang beberapa menit, kopi yang dibuatkan oleh Bunga selesai dan diletakannnya diatas meja ruang tamu dirumah Pamannya itu. Tak sampai disitu, sang Paman meminta Melati untuk membelikan rokok diwarung yang hanya berjarak sekitar 400 meter.

“Habis beli rokok, tadinya mau langsung pulang kerumah. Tapi oleh Mamang ditahan dan diminta untuk duduk dikursi. Disitulah tangannya nyentuh payudara aku, dia juga mencium pipi sebelah kanan dan aku berontak bahkan nerjang pakai kaki sebelah kanan kearah dada dan perut sampai Mamang jatuh kekursi, aku langsung lari pulang kerumah,” bebernya.

Mengalami kejadian dugaan pencabulan tersebut, Melati sempat mengurung diri beberapa jam didalam rumahnya. Hingga akhirnya, kejadian dialaminya itu diceritakan kepada teman sekolahnya yang masih tetangga rumah. “Aku ceritoke dengan kawan aku, kalau Mamang hampir memperkosa aku. Dak tahunyo, kawan aku becerito dengan Ibunya yang akhirnya disampaikan ke Emak,” jelasnya.

Sementara itu, Ibu dari Melati yang enggan disebutkan namanya mengaku, dirinya memang tidak berani melapor ke suaminya atas kejadian yang dialami Melati. Sebab, Ayah dari bunga memiliki watak kepribadian beringas. “Jadi aku cuma becerito dengan Nenek dari Melati. Kalau dengan Bapaknyo takut, Bapaknyo itu beringasan wongnyo,” kata Ibu dari Melati

Selanjutnya, setelah lama menyimpan kejadian yang dialami Melati akhirnya peristiwa itu dilaporkan. “Aku baru cerito dengan Bapaknyo setelah aku nonton di televisi banyaknyo kasus pelecehan seksual. Tadinyo memang takut nak becerito dengan Bapaknyo,” ujar dia. 

Terpisah Kapolres Mura, AKBP Chaidir melalui Kasatreskrim, AKP Teddy Ardian membenarkan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Dalam laporannya, pelapor mengaku dilecehkan dengan cara pipinya dicium oleh tetangga depan rumahnya. “Kami sudah terima laporan dari pihak korban, dan akan segera melakukan penyidikan,” pungkasnya.(Zon)