Pantun DPU-BM Mura, Tergantung Dari Sudut Pandang Mana Menilainya

by -6 Views

Kabarkite.com, Musirawas (30/7) – Rabu 29 Juli 2020 H Hendra Gunawan Bupati Kabupaten Musirawas (Mura) berulang Tahun ke-56 , tak ayal orang nomor satu di daerah itu mendapatkan ucapan selamat dihari kelahirannya. Ucapan selamat itupun di terima dari berbagai kalangan masyarakat dan profesi, bahkan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di kabupaten setempat.

Ucapan Selamat itupun juga disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPU-BM), melalui video berdurasi pendek sekitar 1 menit diunggah pada status WhatsApp dan Akun Resmi Media Sosial (Medsos) Instagram @dpubinamarga_mura, Kepala Dinas beserta Pegawai Dinas Pu BM terlihat kompak memberikan ucapan selamat dengan membacakan pantun untuk Bupati.

Namun pada pantun kedua ada kalimat yang menjadi sorotan dilansir dari salah satu media online bahwa, pantun kedua yang di sampaikan Kepala Dinas PU Bina Marga H Azhari beserta jajarannya, dinilai ada kesan ajakan untuk kembali, memilih salah satu kandidat Bakal Calon Bupati untuk Priode berikutnya. Pantun kedua yang diucapkan oleh H Azhari dan seluruh Staf lingkungan DPU-BM ini sendiri berbunyi.

“Si rahmat beli peniti, belinya di warung rupini. Selamat ulang tahun bapak Bupati, tahun depan dipilih kembali,” H Azhari disusul tepuk tangan para staf DPU-BM.

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Musirawas, Andri Novanto mengutarakan mengenai pantun yang dibacakan Kadis PU BM bersama jajarannya hingga menimbulkan kesan tidak netral atau ajakan memilih. itu tergantung dari sudut pandang mana masing-masing orang menilainya, Secara pribadi dia menilai tidak ada maksud mengajak atau memihak pada pantun itu.

“Tinggal lagi melihatnyo dari sudut pandang Mano, kalau ingin mencari cela biso bae,” ujarnya Andri kepada wartawan.

Dikatakan Andri, setiap orang siapapun dari latar belakang apapun, berhak untuk mengucapkan selamat ulang tahun baik itu untuk Bupati, Wakil, Anggota Dewan, Ayah Ibu, Anak dan lainnya. Sedangkan untuk melihat apakah itu kampanye atau bukan berada dimana posisi seseorang tersebut, jika sudah masuk masa kampanye berarti sedang kampanye.

Diapun menilai, untuk posisi ASN saat ini wajar wajar saja, jika mereka merasa nyaman terhadap seorang pemimpin mereka. Sudah pasti mereka mengharapkan untuk dapat dipimpin kembali oleh Bupatinya saat ini. Jika itu dinilai kampanye sedangkan untuk tahapan kampanye sendiri baru akan dimulai pada, 26 September hingga 5 Desember mendatang atau sebanyak 71 hari.

“Jika dikait-kaitkan dengan pilkada 9 Desember mendatang bisa saja, tetapi belum tentu segala sesuatu yang kita nilai itu benar dan hal ini masih dalam tahap wajar la,” pungkasnya. (RUDI TANJUNG)