Parah Nilai Pantastis !! Rehab Jembatan Beringin Sakti Amburadul

by -3 Views

Kabarkite.com, Muratara– Menanggapi keluhan dari warga desa Beringin Sakti (Talang Beringin), kecamatan Rawas Ilir kabupaten Musi Rawas Utara, yang dinilai rehab jembatan menuju dusun 1 ke dusun 3 tidak berkualitas, tim Murexs mendatangi langsung kelokasi untuk memastikan kebenaran tersebut,Senin (19/4/2021).

Benar saja,setelah terjun kelokasi dapat dilihat bahwa jembatan penghubung yang belum setahun direhab sudah banyak yang hancur berlobang , yang dikeluhkan warga Dusun III, Desa Beringin Sakti, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Jembatan penghubung antar dusun tersebut kembali mengalami kerusakan. Padahal perbaikannya menelan biaya hampir setengah miliar atau Rp.4,97.000.000 dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Kuat dugaan rehab jembatan itu dikerjakan asal-asalan. Pasalnya belum setahun sudah terdapat lobang di badan jembatan, serta tiang jembatan tak tersentuh perbaikan.

Terkait proyek setengah miliar amburadul ini, Kepala Dusun (Kadus) III Desa Beringin Sakti Lalan mengatakan, rehab jembatan penghubung Dusun I-Dusun III baru selesai dikerjakan beberapa bulan tapi sudah rusak.

“Sepertinya dikerjakan asal-asalan karena sudah banyak lobang besar di badan jembatan bahkan tiang jembatan bagian tengah tidak diperbaiki ,padahal itu sudah masuk pengerjaan. Anggarannya lumayan besar, tapi hasilnya tidak sesuai harapan,” jelasnya.

warga Dusun III (Al) mengungkapkan, bahwa warga desanya sangat kecewa dengan ulah kontraktor yang merehab jembatan didesanya,karena menganggap remeh dalam pengerjaan jembatan tersebut, padahal anggaran rehab sangat besar.

” Kami mohon kepada pemerintahan kabupaten Muratara segera mengecek kelapangan ,agar pihak kontraktor yang menangani proyek rehab jembatan tidak mengerjakan asal asalan”, harapnya.

Menurutnya pengerjaan rehab jembatan menuju dusun 3 ini sudah sangat parah,karena tidak memikirkan jangka panjang dalam pemanfaatannya.

“padahal Jembatan ini satu-satunya akses yang digunakan warga sebagai penghubung antara Dusun 1 dengan Dusun 3,tapi mereka menganggap dalam pengerjaan ini main main,tidak memikirkan keselamatan serta manfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Tim 13.