Ratusan Siswa Pesantren Ikuti Lomba MQK

by -632 Views
by

Kabarkite.com – Lubuklinggau (13/5), Sebanyak 120 santriwan dan santriwati tingkat Kota Lubuklinggau antusias mengikuti Musbaqah Qira’atil Kutub (MQK) se-kota Lubuklinggau hari selasa (13/5).

Kegiatan yang diadakan oleh Kementrian Agama Kota Lubuklinggau  di pondok pesantren Ar-Risalah akan berjalan selama dua hari terhitung sejak (13-14 Mei) 2014 dan acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Walikota Lubuklinggau.

Dalam kata sambutannya Wakil Walikota Lubuklinggau H.Solaiman Kohar menjelaskan bahwa pihaknya selaku pemerintah Kota Lubuklingga merespon tinggi atas kegiatan yang diadakan oleh Kemenag Kota Lubuklinggau.

“Kita sangat merespon atas kegiatan yang diadakan kemenag ini ebab dengan kegiatan ini akan dapat menumbuhkan rasa keiman serta mengetahui seberapa besarnya keberhasilan santri di pondok pesntren,” ungkapnya.

Ia juga berharap semoga kegiatan ini dapat menjadi acuan untuk para masyarakat luas bahwa dengan kegiatan keadagamaan seperti MQK ini dapat menambah rasa keimanan dan akhlakul karimah para generasi.

“Salah satu langka untuk meningkatkan keiman para generasi muda yakni kegiatan-kegiatan seperti ini lah yang diharapakan dapat terus bejalan hingga akhir jaman,” Harapnya.

Sementara itu terpisah Kepala Kemenag Lubuklinggau H. Saidi menjelaskan bahwa dalam kegiatan MQK kali ini ada tiga cabang yang dilaksanakan yakni Lomba Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan MQK.

“Peserta dari lima pesantren sekota Lubuklinggau dan disetiap pesantren tidak kita berikan batasan untuk pengiriman peserta ikut mengikuti lomba MQK tingka Lubuklinggau ini,” katanya.

Ia juga mengatakan tujuan kegiatan ini adalah mencari kader- kader yang ulama yang beriman yang penuh dengan keislaman sehingga apa yang diharapkan kita semua yakni Linggau Madani dapat terwujud.

“Linggau punya program Linggau Madani, nah salah satunya yakni kegiatan islami yang kami adakan ini yang bertujuan untuk mewujudkan itu,” ungkapnya.

Selain itu juga ia mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah melihat skill serta kemampuan para santri apakah memang benar-benar menguasai ilmu-ilmu pesantren.

“Jangan sampai ketika para santri ini keluar dari pesantren tidak memimiliki kemampuan dalam ilmu keagamaan dan kita berharap para santri ini dapat membawa ilmunya ke dunia yang lebih luas yakni masyarakat,” katanya.(Jonif)