Kabarkite.com, MUARA BELITI– Guna menyerap aspirasi langsung dari masyarakat bawah, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Elvaria Novianti, SE., menggelar kegiatan Reses Masa Sidang VI di Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, pada Senin (6/7).
Dalam sambutannya, Kepala Desa Air Satan, Muhammad Nasir, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan sekian kalinya dari srikandi parlemen Sumsel tersebut. Ia juga berterima kasih karena usulan warga terkait normalisasi Bendungan Air Satan telah diakomodir dengan baik.
“Perlu diketahui, saat ini di Desa Air Satan terdapat 14 kelompok tani dan 9 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian,” ujar Muhammad Nasir.
Menanggapi hal itu, Elvaria Novianti, SE., menegaskan komitmennya untuk selalu berdiri di garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya para petani.
“Kami dari jajaran Anggota Dewan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama segala keperluan yang menyangkut hajat hidup para petani kita,” tegas Elvaria.
Krisis Air dan Penyusutan Lahan Sawah yang Mengkhawatirkan
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis saat Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhitani) Musi Rawas, Tohirin, angkat bicara. Ia membeberkan fakta mengejutkan mengenai penurunan status swasembada pangan di wilayah tersebut.
“Sejak tahun 1982, Musi Rawas ini adalah lumbung swasembada pangan. Namun sekarang kita menghadapi persoalan serius. Lahan persawahan yang dulunya mencapai 40 ribu hektar, saat ini menyusut drastis hanya tinggal 14 ribuan hektar saja,” ungkap Tohirin.
Menurut Tohirin, biang kerok utama dari penurunan ini adalah ketidaknyamanan suplai air akibat alih fungsi lahan. Masalah sumber air ini terus-menerus mencekik produktivitas petani di Air Satan.
“Kami memohon kepada Ibu Dewan agar masalah ini dibahas serius dan menertibkan keberadaan kolam-kolam ikan tidak berizin melalui dinas terkait yang menyedot pasokan air ke sawah,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disuarakan oleh Ketua Kelompok Tani Kali Putih, Warmin. Selain krisis air yang menjadi menu masalah utama, ia juga mengeluhkan infrastruktur Jalan Usaha Tani (JUT) yang saat ini dalam kondisi rusak parah dan membutuhkan perbaikan segera.
Sementara itu, dari sektor pemberdayaan perempuan, perwakilan KWT, Ibu Warni, mengusulkan diadakannya pelatihan kerajinan tangan guna mendongkrak ekonomi kreatif emak-emak di desa setempat.
Dewan Siap Bawa ke Rapat Paripurna dan Gandeng PU
Mendengar jeritan para petani, Elvaria Novianti berjanji tidak akan tinggal diam. Ia mengaku persoalan ini sebelumnya sempat didiskusikan bersama Pak Abri, di mana pintu air sempat dibuka, namun aliran air tetap saja terhenti dan habis di kolam-kolam (diduga tak berizin) tersebut.
“Masalah air ini krusial. Saya berjanji akan membawa persoalan ini ke dalam Rapat Paripurna DPRD Sumsel. Insya Allah, kita juga akan mengagendakan kunjungan langsung dari Komisi IV dengan menggandeng Dinas PU dan Dinas PSDA Sumsel demi menuntaskan persoalan saluran air ini sampai ke akarnya,” pungkas Elvaria.
Turut hadir dalam agenda reses tersebut, Kepala Desa Air Satan Muhammad Nasir, TPP Kecamatan Muara Beliti Pitoyo, Babinsa Novandra, Bhabinkamtibmas Rustam, serta jajaran perangkat desa dan ratusan masyarakat setempat yang antusias mengikuti jalannya acara. (Andri Novanto)
