Respon PELANGI SUMSEL Sikapi Pandangan Ketua DPD IMM, Dimana Letak Mudhorotnya FORNAS IV?

Olahraga, Opini148 Views

Kabarkite.com, Palembang – Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia ( PELANGI) Sumsel memberikan pernyataan sikap terkait pandangan DPD IMM Sumsel bahwa FORNAS IV banyak mudhorotnya.

Eka Subakti, Ketua Pelangi Sumsel melalui rilisnya mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih atas kritikan dan sikap saudaraku Ketua IMM Sumsel. PELANGI sebagai salah satu Induk Organisasi Olah Raga Masyarakat yang mengorganisir dan membina pegiat layang layang di tanah air, mencoba memberikan gambaran singkat soal Desain Besar Olah Raga Nasional, bahwa tujuan ikhtiar nasional ini adalah mewujudkan manusia unggul dan bugar dimasa datang.

Caranya adalah dengan memassalkan olah raga hingga ke pelosok desa. Artinya semua masyarakat berhak atas kesehatan dan kebugaran. DBON mengamanatkan Olah raga rekreasi selain olah raga pendidikan, prestasi dan industri olah raga yang wajib di bina dan dikembangkan oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat itu sendiri secara sinergis dan kolaboratif melalui KORMI sebagai wadah besarnya.

Menurutnya PELANGI sebagai Inorga, Desain besar ini adalah landasan kuat untuk mewujudkan upaya pelestarian dan pengembangan permainan rakyat yang selama ini sudah dikenal.

Dan alhamdulilah di Palembang sudah terkonsolidasi 74 komunitas layang layang dan sdh berdiri cabang di PALI, Ogan Ilir, OKU, OKUS, OKUT, MURA, LLG, Banyuasin dan Plg. Kami merasa Negara telah hadir untuk memfasilitasi para pegiat olah raga rekreasi yang murah dan massal.

Menjawab soal FORNAS VI banyak mudorat nya, menurut Eka Subakti hal itu sedikit berlebihan.

“Berikut izinkan kami sampaikan potensi bergeraknya ekonomi rakyat mulai dari penginapan, kuliner, transportasi, kerajinan. Contoh even layang layang akan di laksanakan di Tanjung Senai Ogan Ilir Tanggal 4-5 Juli 2022 (saya undang resmi saudaraku sekalian pimpinan IMM Sumsel). “, kata Eka.

Estimasi peserta dari 17 PELANGI Provinsi. Melibatkan 300 pegiat layang layang. Mereka menginap di wisma Inderalaya, LPMP dan penginapan yg ada di Inderalaya selama 2 hari. Dari sini bentor bergerak, pindang meranjat, pegagan dan jajanan UMKM main. Kemudian, eko wisata desa Burai akan bersiap menjamu tamu dari luar sumsel dan songket burai, kerupuk kemplang panggang akan mendapat ruang terbuka nya konsumen bagi produk mereka termasuk inshallah berkah bagi pengerajin layang layang (terima kasih kpd PEMKAB OI yang telah fasilitasi venue layang layang).

“Ini upaya dukungan pemulihan ekonomi UMKM di Ogan Ilir, saudaraku. Lalu dimanakah letaknya mudorat itu saudaraku? Dan, tentunya kegiatan ini akan mengacu pada surat instruksi mendagri dimana Palembang dan Ogan Ilir ada di PPKM level 1. Demikian, kira nya respon dari PELANGI Sumsel atas sikap saudaraku saudaraku IMM Sumsel. Semoga kita semua tetap sehat bugar gembira. Bilahifisabilhaq.”Tutup Eka. (*)

Comment