Jampersal Tidak Lagi Milik Si Miskin

by

Kabarkite.com-Empatlawang (8/3), JAMINAN Persalinan (Jampersal) bagi ibu-ibu kurang mampu, ternyata bukan lagi milik si miskin. Sebab Jampersal yang digadang-gadang mampu menjamin persalinan bagi masyarakat kurang mampu itu, ternyata juga digunakan oleh masyarakat yang mampu membayar persalinan.

Ironisnya menurut pengakuan sumber terpercaya media online ini, baik yang miskin ataupun yang tidak miskin ternyata tetap dibuat klaim jampersal oleh Bidan bandel untuk meraup keuntungan.

“Saya dua kali melahirkan selalu dipinta persyaratan seperti klaim jampersal, tetapi yang terpenting saya bisa melahirkan dengan baik walaupun tetap membayar seminimal-minimalnya Rp 250 ribu setiap persalinan,” ungkapnya kepada Kabarkite.com, Jum’at (8/3).

Menurutnya, yang miskin juga biasanya tetap membayar uang persalinan kendati harus menyertakan surat keterangan miskin dari RT ataupun Kades.

“Surat keterangan miskin kan memang menjadi syarat, tetapi biasanya masih bayar persalinan kok,” katanya yakin.

Bahkan, indikasinya saat ini Jampersal sudah digunakan oleh kaum menengah juga mencuat, sebab pihak Dinkes sendiri cenderung sangat percaya dengan klaim dari pihak Bidan.

“Bingung kalau masalah Jampersal, soalnya kita tidak mengerti yang terpenting sudah dibantu melahirkan juga syukur,” ucapnya.

Memang klaim jampersal saat ini belum dicairkan, tetapi persepsi masyarakat mulai negatif dengan adanya pembayaran persalinan kendati menyertakan surat keterangan miskin.

“Kami (masyarakat, red) kan tidak tahu kalau klaim jampersalnya belum dicairkan, yang jelas baru-baru ini adek saya melahirkan tetap bayar,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Empatlawang, Dedi Haryanto sempat mempermasalahkan klaim jampersal yang tak kunjung terselesaikan.

“Harusnya klaim jampersal sudah dicairkan, tetapi pihak Dinkes yang lebih mengetahui bagaimana sistem pencairannya,” ucap dia.

Menyinggung adanya indikasi penggunaan jampersal oleh semua kalangan dirinya mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

“Berarti kan Jampersal ini sudah menyentuh, sehingga boleh juga diperuntukkan bagi siapa saja, tidak hanya masyarakat miskin,” pungkasnya.(Tono)