Komisariat REI Lubuklinggau Bangun 500 Unit Rumah Per Tahun

by

LUBUKLINGGAU, Kabarkite :  PENINGKATAN  jumlah penduduk di kota-kota besara terkadang tidak sebanding dengan ketersedian rumah murah dan layak huni. Melihat kenyataan ini, Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura) menargetkan pembangunan perumahan sebanyak 500 unit pertahun.

Ketua Kota Komisariat REI Kota Lubuklinggau,  Musi Rawas, Empat Lawang dan Pagaralam,  Yansen Maruli didampingi sekretaris, Edwar Antoni mengungkapkan, beberapa tahun terakhir, animo masyarakat di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Mura terhadap kebutuhan pemukiman layak huni, sehat dan aman sangat tinggi.

“Sampai sekarang ada 12 pengembang REI Lubuklinggau telah melaksanakan pembangunan perumahan di delapan kecamatan diwilayah Kota Lubuklinggau. Bahkan di tahun 2012 telah terbangun 150 unit.

Diperkirakan akhir tahun ini sebanyak 500 unit terbangun,”ujarnya disela-sela pembukaan Linggau REI Expo 2012 dalam rangka pengukuhan dan pelantikan kepengurusan REI Lubuklinggau di Lapangan eks Kompi, Keluarahan Taba Pingin, Sabtu (12/5).

Lebih jauh Yansen menerangkan, berdasarkan data yang diperoleh kebutuhan perumahan di Kabupaten Mura ditargetkan 1.000 unit perumahan dan teralisasi sebanyak 500 unit. Sedangkan untuk Kota Lubuklinggau dibutuhkan 500 unit dan sekarang telah terbangun 300 unit.

“Kami inginkan wujudkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah murah, sehat dan aman,”jelas dia.

Komisariat REI Lubuklinggau pun berupaya menyukseskan program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Republik Indonesia yang merencanakan pembangunan perumahan sebanyak 200.000 unit setiap tahun di Indonesia. Apalagi, Komisariat REI Lubuklinggau satu-satunya yang dibentuk di Sumatera. Sehingga REI berupaya menjembatani pembangunan yang ada di daerah. Sebab, sebanyak 200-500 unit rumah setiap tahunnya harus dibangun pemerintah daerah.

Sementara itu, Wakil Walikota, H SN Prana Putra Sohe mengatakan, Pemkot Lubuklinggau giat-giat melakukan pemekaran wilayah. Bahkan Pemkot membuka Jalan Lingkar Utara dan Jalan Lingkar Selatan, dilokasi ini pengembangan pemukiman dapat terbuka, karena untuk membangun pemukiman di pusat kota tidak bisa lagi sebab sudah banyak aktivitas perdagangan yang menjadi ujung tombak perekonomian di Lubuklinggau. (saman)