Panitia Pilkades Sungai Pinang Dituding Arogan

by

image

*Kecewa Calon Kades Lapor Bupati

Kabarkite.com- Musirawas (8/10), Panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) sungai pinang Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas, dituding telah mengambil keputusan arogan dengan tanpa ada nya acuan peraturan perundang-undangan atau peraturan daerah yang menjadi landasan atas penyelenggaraan pilkades.

Hal itu membuat calon kepala desa yang mengikuti perhelatan pemilihan raja didesa tersebut, Winarno melaporkan tindakan arogan pihak panitia penyelenggara pilkades yang dirinya nilai bertindak semena-mena tanpa ada nya dasar dan aturan yang jelas. Bahkan keputusan penetapan jumlah anggaran guna pilkades sebesar Rp.90.850.000,- (Sembilan puluh juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah) dan di bebankan pada tiga kandidat calon kades.

“kapan keputusan itu di sepakati kami tidak tahu, yang jelas tiga kandidat calon. pada Selasa (6/10) yang lalu menghadiri musyawarah yang di selenggarakan panitia pilkades, dengan pembahasan mengenai keputusan anggaran pilkades yang telah mereka tetapkan dengan nominal hampir sembilan puluh satu juta namun penetapan anggaran sebesar itu anehnya tidak bisa mereka jelaskan secara tertulis. Oleh karena nya saya tidak , bersedia menyetujui keputusan tersebut dan apa bila panitia bisa memberikan rincian anggaran yang mereka buat jelas saya akan ikuti aturan yang ada kami minta panitia transfaran dan menjunjung tinggi netralitas sebagai penyelenggara,” Ujar Winarno Warga Desa Sungai pinang salah satu Calon kades setempat kepada Kabarkite.com, Selasa (7/10).

Menurut Winarno Panitia Pilkades tidak transfaran mereka memutuskan anggaran tanpa menunjukan dan menjelaskan rincian atas bakal di pergunakan untuk apa dana tersebut, bukan itu saja bahkan pihak panitia yang malam itu di komandoi Andi Patiunus memaksa kandidat calon untuk menandatangani “Surat pernyataan” bahwa menyetujui keputusan anggaran sembilan puluh juta lebih tersebut dengan di bebankan kepada setiap kandidat calon artinya tiga calon kades yang akan bertarung untuk menjadi orang nomor satu didesa tersebut masing-masing harus menyiapkan dana sendiri tiga puluh juta rupiah lebih.

“Oleh karenanya saya hari ini melaporkan tindakan panitia pilkades tersebut kepada Bapak Bupati dengan tembusan DPRD,BPMD dan Camat, yang jelas kami meminta pihak terkait agar dapat melakukan pembinaan dan pembenaran atas tindakan arogansi panitia pilkades agar pilkades yang bersih memang benar dapat terwujud bukan hanya sekedar omongan,” Cetusnya.

Sementara itu, instansi berwenang Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Musirawas Rudi Irawan Ishak melalui Kepala Bidang (KaBid) Pemerintah desa (pemdes) Dodi menanggapi hal itu mengatakan mengenai anggaran pilkades, memang ditentukan oleh pihak Panitia penyelenggara pilkades namun dengan pedoman dan acuan perbub 12 dan pedoman lainnya, yang sudah pihak nya paparkan pada panitia dan camat setempat dari jauh-jauh hari.

“ dari pedoman tersebut intinya anggaran harus di sesuaikan,artinya masing-masing desa belum tentu sama dan tentunya di bebankan kepada kandidat calon kades. Mengenai anggaran itu sendiri pihak panitia wajib untuk transfaran dan terbuka mengenai penggunaan anggaran tersebut,” Kata Dodi.

Dodipun terkejut saat disebutkan bahwa ketiga calon kades desa sungai pinang masing-masing  harus menyediakan dana tiga puluh jutaan untuk membiayai perhelatan pilkades.   “cacam alangkah besaknyo padahal pihak panitia sudah kita berikan acuan dan pedoman untuk penyesuaian anggaran,” ucapnya.

Diapun mengutarakan akan segera memanggil pihak panitian dan  melakukan keroscek atas kejadian tersebut,dipastikannya pula bahwa BPMD tidak mengetahui mengenai tindakan arogansi panitia pilkades sungai pinang.

“hal itu semuanya tanpa sepengetahuan kita, persoalan ini akan kami tindak lanjuti  sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami BPMD,” pungkasnya.(red)