Tim Pemkab Lakukan Uji Petik Pabrik Lonsum

by -779 Views
by

image

*Bupati Tindak Lanjuti Problem Petani Mandiri Ke direksi Lonsum

Kabarkite.com-Musirawas (29/9), Tim terpadu pemerintah kabupaten Musirawas sejak tanggal 24 September yang lalu telah turun ke lapangan untuk melakukan pengujian terhadap kapasitas pabrik PT London Sumatera (Lonsum).

Hal itu dilakukan oleh pemerintah setempat karena semakin sulitnya kondisi petani mandiri non-plasma menjual hasil perkebunan miliki mereka, demikian disampaikan oleh camat Rawas Ilir Raihal Ikmal.
“Kehadiran tim itu memang kita pihak kecamatan yang mengundang, agar secepat mungkin ada solusi atas problem yang dialami petani non-plasma. mengenai lama atau tidak mereka melakukan uji petik kita tidak tahu,namun semua fasilitas sudah kita siapkan,” Ujar Reihal Ikmal kepada media Kabarkite.com, Sabtu (28/9) kemarin.

Diungkapkan Reihal,bahwa untuk menyikapi kondisi perseteruan antara petani sawit non-plasma didesa beringin makmur kecamatan rawas ilir dan sekitarnya, pemerintah daerah sudah mempasilitasi dan menindaklanjuti dengan adanya rekomendasi dari pemerintah kabupaten Musirawas yang dibuat langsung oleh Bupati H Ridwan Mukti ditujukan langsung kepada pihak direksi PT Lonsum pusat. Dan belum lama ini surat tersebutpun dibalas oleh direksi bahwa syahnya Pabrik Lonsum belum bisa membeli hasil buah sawit petani non-plasma karena kafasitas pabrik sudah maksimal.

“Oleh karena itu pihak pemkab yang dibentuk pada tim terpadunya turun langsung kepabrik lonsum untuk lakukan uji petik kapasitas pabrik,agar kapasitas dari buah kelapa sawit inti dan plasma dapat diketahui. Siapa tahu dengan hasil uji petik dapat menemukan solusi untuk menampung buah sawit petani non-plasma,” Tuturnya.

Diapun yakin bahwa tim yang sedang bekerja dapat betul-betul independen dan mendapatkan hasil terbaik agar ada ruang bagi buah sawit non-plasma, setidaknya jikalau kuota tidak sesuai kententuan 2 hektar perton perbulanannya.
“Mungkin setelah di uji petik bisa tim ketahui kuota penerimaan pabrik dibawah 1,5 H, artinya sisa yang 5 Hektar bisa untuk menerima hasil buah petani non-plasma. Itu harapan kita,” Cetusnya.

Ditambahkannya Kalau memang tidak ada solusi, yang harus dilakukan pihak pemeritah kedepan harus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak lagi memperluas kebun sawit. Sebab kini yang dia ketahui masyarakat terus memperluas kebun sawit,karena sesuai dengan tujuan pemerintah mendatangkan investor agar masyarakat dapat sejahtera dan bisa berkebun sendiri. “Kalau memang kondisinya tetap seperti saat ini, yang jelas mau tidak mau kita harus cegah masyarakat untuk memperluas perkebunan sawit mereka. Percuma mereka buat kebun sawit bila tidak ada tempat yang mau menampung, mending masyarakat kembali lagi menanam atau membuka perkebunan karet lebih mudah untuk di jual,”Tegasnya.

Iapun meminta kepada pihak petani non-plasma agar dapat menahan diri, sampai Tim yang sedang bekerja dapat menemukan hasil. Biarkan mereka bekerja dulu dalam waktu dekat ini jelas sudah ada hasil dari uji petik yang dilakukan.
“Kita minta petani non-plasma untuk bersabar,menunggu hasil kerja tim terpadu dari kabupaten Mura.langkah selanjutnya yang saya ketahui, Bupati langsung akan menemui pihak direksi Lonsum agar solusi yang diharapkan masyarakat dapat terwujud,” Pungkasnya.(Rutan)