Warga Kecewa Proyek Jalan Setapak, Belum Sebulan Sudah Rusak Parah

by -3 Views
HDS saat meninjau kondisi bangunan Jalan Setapak yang Rusak, Binakarya Karang Dapo, Jumat (6/12)

Kabarkite.com, Muratara (7/12) – Masyarakat di Dusun Bina Karya blok A, Blok D, dan Blok E Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara tidak puas dan resah,pasalnya jalan setapak dengan panjang kurang lebih 150 meter lebar dua meter yang baru berusia dua pekan sudah rusak parah.

Padahal jalan tersebut dibangun bukan dengan dana kecil, di Papan Proyek Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Kotraktor pelaksana CV Rahmad Wijaya Abadi, Tertera pembanguna jalan setapak itu mencapai Rp 190 juta.

Dikutip dari media Linggauklik.com, Kondisi bangunan sangat memprihatinkan sehingga tak heran jika warga setempat kesal, bagian permukaan jalan setapak sudah hancur, pasir plus batu sudah terurai dari semen dan berlobang-lobang.

Agus (40) warga setempat mengatakan rasa kekecewaanya dan tidak terima pembangunan proyek jalan setapak ini dengan asal-asalan, ia merasa kecewa dan tidak puas.

“Mendingan jalan kami tidak usah dibangun, sebab dari pada yang sekarang, masih enak kami dengan jalan kerikil sebelum dibangun, lebih enak dan nyaman,”ungkapnya.

Nah lanjutnya sekarang ini, belum sampai satu bulan jalan sudah berlobang dan pasirnya sudah mengelupas. Ditambah lagi ditengah jalan dibuat lobang pembatas, sehingga membahayakan pengemudi sepeda motor dimalam hari.

“Dan bukan hanya di Blok A saja yang dibangun asal-asalan, tapi di blok D dan E juga belum satu bulan dibangun sudah mengelupas,”ungkapnya.

Ia mengatakan, jika ia juga sebagai kuli bangunan aneh melihat pekerja yang membuat jalan setapak tersebut dengan proses pembangunan yang diduga janggal.

Ia sambungnya, cara ia membangun dari yang ia lihat, pertama pasir dan batu diratakan seperti jalan, setelah hanya disiram diatasnya dengan menggunakan adukan semen.

“Bahkan terlihat aneh, saya meminta pemerintah untuk turun langsung ke lokasi mengecek”tutupnya.

Sementara Rasa kesal juga disampaikan Wakil Bupati H. Devi Suhartoni yang turun langsung ke lokasi pembangunan dan melakukan sidak sesuai dengan permintaan Warga, menurutnya masyarakat sangat berterimakasih dengan adanya jalan setapak tersebut, tapi kalau tidak bermanfaat percuma bahkan yang muncul kata dia malah kekecewaan terhadap pemerintah.

Tapi dengan kondisi yang terjadi sekarang, di mana seluruh permukaan sudah mengelupas dianggap tak akan mampu lagi dilakukan dengan pemeliharaan.

“Ini pembangunan asal-asalan, Ini menjadi pertanyaan besar bagi saya, Ada permainan apa di balik ini kok proyek seperti itu bisa asal-asalan, dan sangan tidak becus,”tegasnya dengan nada kesal, Jumat (6/12).

Kenapa pembangunan ini dibilang asal-asalan dan tidak becus, saat ia mendorogkan-dorong menggunakan kaki jalan setapak yang dibangun, semen dan pasirnya langsung dengan mudah mengelupas, dan ketika ditusuk menggunakan kayu  jalan langsung ancur dan terurai.

Kalau kerusakannya hanya sekedar retak masih dianggap wajar, atau ada beberapa bagian yang mengelupas, karena masih bisa diperbaiki dalam pemeliharaan.

“Ini kerjaan orang yang mencari keuntungan besar, masyarakat harus berani bersuara dan melaporkan ini,”ungkapnya.(net)