Tiga Sumur Minyak Di Lahan Konservasi

by -604 Views
by

image
Foto : Salah satu Sumur Minyak PT Medco di Lahan konservasi,Rabu (14/5).

Kabarkite.com – Musirawas (14/5), Tiga titik sumur minyak PT Medco Energi yang berada di kawasan hutan konservasi dan berada di pemukiman penduduk tepatnya di Desa Sembatu Jaya, Kecamatan Bts Ulu Kabupaten Musi Rawas (Mura), tanpa adanya pagar pengaman serta pengawas.

Tiga titik sumur minyak tersebut  salah satunya hanya berjarak 10 Meter kr pemukiman milik warga tepatnya di dusun I desa Sembatu Jaya. Titik sumur minyak kedua berada dipertengahan pemukiman warga yang tidak jauh dari titik sumur yang pertama, dan titik sumur minyak selanjutnya berada diperbatasan desa tersebut yang pernah mengalami kebocoran yang mengakibatkan lahan warga banyak rusak.

Kepala Desa (Kades) Sembatu Jaya Amin Saripudin mengatakan keberadaan sumur bor minyak milik Pt Medco tersebut, sudah lama meresahkan warga, karena tidak memiliki pagar pengaman.

“Sudah puluhan tahun sumur bor minyak berada didalam desa itu. Bahkan sudah beberapa kali mengalami kebocoran. Satu diantaranya aktif karena terdapat pipa penyambung kepenampungan minyak,” kata Amin

Menurutnya, dirinya menduga jika sumur minyak tersebut ilegal (Illegal Drilling for Oil) karena berada didalam desa serta kawasan hutan konservasi. Dirinya berharap pihak pemerintah mengecek kondisi itu, sebelum adanya korban jiwa.

“Jika sumur itu meledak, dan terbakar. Nanti masyarakat yang disalahkan seperti dituduh mencuri minyak mentah atau lainnya, makanya sebelum terjadi hal tidak diinginkan maka sebaiknya sumur bor ditutup saja,” paparnya.

Diceritakan Amin, kondisi tersebut sudah dirinya sampaikan ke pihak PT Medco, supaya sumur ditutup karena berada ditengah pemungkiman warga.”Saya sudah usulkan agar sumur itu ditutup namun hingga kini belum ada tindakan yang kongkrit dari pihak PT Medco,” ujarnya.

Selain itu, tambah Amin, keberadaan pipa penyalur minyak dari sumur bor ke penampungan tidak ditanam sehingga berada dijalan desa.
“Pipa sebesar betis kaki orang desa berada dijalan umum, saya khawatir pipia tersebut bocor,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pengawasan Migas Distamben Musirawas Tedy Lazuardi mengatakan, adanya sumur bor milik perusahaan minyak di wilayah hutan konservasi, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan SKK Migas mengenai penempatan sumur bor tersebut.

“Kita belum mengetahui adanya sumur bor tersebut, kemungkinan tim akan turun kelapangan melihat langsung. Untuk diketahui juga, izin penempatan sumur seluruhnya berizin di pusat, di daerah hanya mengawasi saja,” pungkasnya. (Zon)