Lahan Kering Titik Rawan Kebakaran

by -631 Views
by

image

Foto : Lahan Kering di Musirawas.

Kabarkite.com – Musirawas (19/5), Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Mura mengingatkan kepada petani untuk membuka lahan batu tidak dengan cara membakar. Dan juga kepada pengendara yang melintasi diarea lahan kosong dan kering untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Kita sudah melakukan rapat bersama instansi terkait diantaranya Badan Lingkungan Hidup (BLH), Perkebunan dan Kesbangpolinas. Ini terkait untuk mengantisipasi terjadi kebakaran lahan memasuki musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang disinyalir puncak terjadinya pembakaran lahan antara bulan Agustus sampai Oktober,”
Kata Sekretaris Dishut Kabupaten Mura, Tri Retriyanto,Senin (19/5).

Menurut Tri Retriyanto, terdapat tujuh wilayah yang lahannya rawan terjadi kebarakaran. Yakni diwilayah Kecamatan BTS Ulu, Muara Lakitan, Megang Sakti, Muara Kelingi, Jayaloka, Sukakarya dan Tiang Pungpung Kepungut (TPK). “Daerah itu banyak kebun yang sudah jadi. Sehingga dibuka oleh masyarakat dengan cara dibakar,” jelasnya

Ia menjelaskan dari awal bulan Mei kemarin, pihaknya sudah menyampaikan surat imbauan kepihak Kecamatan untuk mengimbau kepada masyarakatnya tidak melakukan pembakaran lahan dengan cara dibakar. Bahkan tim patroli Dishut sudah diturunkan melakukan patroli yang terdiri dari satu regu berjumlah 5 orang dilokasi titik rawan kebakaran

“Ada segitiga yang menimbulkan api yakni bahan bakar, oksigen dan api. Kalau ada tiga itu, pasti ada kebakaran. Dan kita upayakan jangan ada api,” tegasnya.

Sejauh ini, Dishut Kabupaten Mura mencatat mulai Januari hingga dengan saat ini baru ditemukan satu titik api yakni di Desa Lubuk Besar, wilayah perbatasan antara Kecamatan TPK dengan Jayaloka. “Titik api sekarang yang terdata oleh kami seminggu lalu baru I. Dan boiasanya berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, puncak titik api terjadi antara bulan Agustus sampai Oktober,” bebernya.

Sementara itu Dedi Arianto (30), warga Desa Pauh, Kecamatan BTS Ulu mengatakan sejauh ini ada beberapa lahan didesanya tersebut dibakar dengan sengaja oleh orang tidak bertanggung jawab. Dari mereka, ada yang hendak membuka lahan dan adapula yang jahil lantaran ingin merusak lahan kebun orang lain.

“Dinas terkait agar cepat tanggap dan menurunkan tim patroli untuk menindak orang tidak bertanggung jawab itu. Sebab, akibat kebakaran dimusim kemarau banyak menimbulkan asap hingga mata perih ketika melintas dilokasi,” pungkasnya. (Zon)