Situs Sejarah Di Bukit Gatan Rejosari

by -703 Views
by

image

Foto : Bukit di wilayah Rejosari Tugumulyo dan STL Terawas (foto -skyscraper )

#Dua Bukit Dijadikan
Pangkalan Evakuasi Militer Belanda.

Kabarkite.com – Musirawas (20/5), Dua wilayah perbukitan di Kabupaten Musirawas yakni Bukit Gatan di Desa Rejosari, Kecamatan Sumber Harta dan bukit yang bersebelahan dengan kawasan bukit Cogong dan Bukit Botak di Kecamatan STL Ulu Terawas disinyalir sebagai lokasi pangkalan evakuasi militer dizaman penjajahan Belanda.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Mura, Hamam Santoso menjelaskan kuat dugaan dimasa penjajahan Belanda, pasukan pejuang melakukan pengepungan disejumlah titik wilayah Kabupaten Mura hingga membuat militer Belanda terkepung.

Dan memilih mundur ke area perbukitan sebagai pangkalan evakuasi militer mereka, yang mana seperti di bukit Gatan ditemukan sisa gua Belanda.

Selain itu, berjarak antara 4-5 km disebelahnya yakni diarea perbukitan sebelah bukit Cogong ditemukan landasan helikopter peninggalan Belanda. Dan hingga saat ini, lokasi belum dijamah tim dari Disbudpar lantaran medan yang cukup sulit yakni berada diarea atas perbukitan.

“Kita mensinyalir kedua bukit itu dijadikan Belanda sebagai pangkalan evakuasi militernya ketika terkepung oleh pejuang kita,” ungkapnya kepada Kabarkite.com.

Hamam menambahkan, sekitar awal Juni nanti pihaknya bersama dengan tim dari Disbudpar Sumsel dan arkeologi akan turun kelokasi melakukan pengecekan langsung. Termasuk sekaligus melakukan inventarisir terhadap seluruh benda-benda cagar budaya dan temuan sejarah peninggalan perang.

“Tim kita akan bergerak bulan Juni bersama Disbudpar Sumsel dan Arkeolog sekaligus melakukan inventarisir seluruh benda cagar budaya dan sejarah,” jelas Hamam.

Sementara itu Sekretaris Disbudpar Kabupaten Mura, M Ujang Fahrizal mengapresiasi laporan masyarakat yang banyak masuk kepihaknya terkait informasi keberadaan benda-benda cagar budaya atau sejarah.

Ia juga mengimbau, agar masyarakat bersama-sama untuk menjaga serta melestarikan temuan tersebut agar menjadi aset bagi generasi penerus bangsa. 

“Kita apreasiasi informasi masyarakat dan hingga saat ini sudah banyak laporan yang masuk ke kita. Akan tetapi, kita segera menindaklanjutinya langsung kelokasi,” pungkasnya.(Jonif)