Kepala SMPN I Lubuklinggau Nyatakan Mengenai Biaya Perpisahan Murni Inisiatif Siswa Kelas 9

by -1558 Views

Kabarkite.com, Lubuklinggau – Mengenai beredarnya adanya permintaan persetujuan surat pernyataan mengenai, biaya perpisahan sebesar Rp.100 ribu yang di tujukan pada wali murid seluruh siswa-siswi kelas 9 SMP Negeri I Kota Lubuklinggau.

Anita Efriati selaku Kepala SMP Negeri I menerangkan bahwa, mengenai adanya permintaan persetujuan surat pernyataan biaya perpisahan murni inisiatif para siswa kepala 9 melalui Organisasi Kesiswaan (OSIS) tidak ada campur tangan dari pihak sekolah dan pihak komite sekolah.

“Saya mengklarifikasi bahwa mengenai adanya perpisahan dan biaya semuanya murni dari inisiatif para siswa kelas 9 dalam artian tidak ada campur tangan pihak sekolah dan komite sekolah, ” Jelas Anita Efriati pada Wartawan Rabu, (11/02/2026).

Sedangkan mengenai besaran biaya diucapkannya bahwa, dalam surat pernyataan itu ada kekeliruan sebenarnya mengenai besarannya tidak ada ketentuan besaran biayanya.

“Kedepan akan kita ubah dan tidak ada ketentuan dengan besaran biayanya , hanya sesuai kemampuan dari pada setiap wali siswa kelas 9 masing-masing,” Paparnya.

Diapun mengharapkan, masyarakat umumnya dan para wali siswa kelas 9 dapat berpartisipasi dan perduli serta mendukung atas apa yang menjadi keinginan anak-anak kelas 9 melaksanakan perpisahan nantinya.

“Saya berharap pada masyarakat agar ambil fositipnya atas apa yang menjadi keinginan anak-anak untuk perpisahan mereka kelas 9 nantinya,” Pungkasnya.

Sementara itu ketua panitia acara Devin, salah satu siswa kelas 9 saat di bincangi awak media menyatakan bahwa, acara perpisahan dan biaya dalam surat pernyataan yang di tujukan pada wali murid itu murni inisiatif kami dan keinginan kami para siswa kelas 9.

“Ini murni inisiatif kami dan murni keinginan kami , kami seluruh kelas 9 sebelumnya telah berkumpul dan sepakat pelepasan atau perpisahan kami nanti diselenggarakan meriah,” Ucap Devin pada Wartawan.

Diceritakannya lebih lanjut bahwa hampir seluruh kelas 9 sekitar 80 persen itu setuju nanti di adakan acara perpisahan agar itu terwujud, maka kami inisiatif meminta persetujuan pada seluruh wali murid siswa kelas 9.

“Yang jelas kami siswa hampir seluruh nya setuju bila mana nanti diadakan acara perpisahan pelepasan ketika kami lulus sekolah, tetapi kami masih menunggu persetujuan dari orang tua kami masing-masing,” Cerita Devin.

Ditambahkannya Devin bahwa, ia tetap berharap acara perpisahan dapat tetap berlangsung dan orang tua nya setuju atas kegiatan tersebut sebab pelepasan juga dilakukan tiga tahun cuma satu kali. (RD)