Kabarkite.com, Lubuklinggau – Terkait pemberitaan padamnya listrik di RS Siti Aisyah beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau menyampaikan apresiasi atas kritik yang disampaikan masyarakat dan aktivis.
Dalam keterangannya kepada Laskar Anti Korupsi Pejuang 45, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau menyampaikan ucapan terima kasih atas masukan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas saran dan kritiknya. Kami akan berbenah, semoga ke depan RS Siti Aisyah bisa menjadi rumah sakit dengan pelayanan terdepan di Kota Lubuklinggau,” ujarnya.
Namun demikian, Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 menyayangkan penjelasan pihak manajemen rumah sakit yang menyebutkan bahwa genset tidak berfungsi karena aki genset dalam kondisi soak.
Aktivis Laskar Anti Korupsi Pejuang 45, Ahlul Fajri, menilai alasan tersebut justru menunjukkan adanya kelalaian serius dalam pengelolaan dan perawatan fasilitas rumah sakit.
“Kalau alasan genset tidak hidup karena aki soak, itu justru menunjukkan adanya kelalaian total dari pihak manajemen rumah sakit. Bagaimana mungkin fasilitas vital seperti genset tidak dirawat secara berkala,” tegas Ahlul Fajri.
Menurutnya, genset merupakan fasilitas penting yang harus selalu dalam kondisi siap pakai, terutama bagi rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Ini bukan peralatan biasa. Rumah sakit harus memiliki standar pengecekan dan perawatan rutin terhadap seluruh peralatan penting, termasuk genset. Jika sampai aki soak dan tidak bisa digunakan saat listrik padam, berarti ada masalah serius dalam manajemen perawatan aset,” lanjutnya.
Atas kejadian tersebut, Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 mendesak Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap direktur dan manajemen RS Siti Aisyah.
“Kami mendesak agar direktur dan manajemen RS Siti Aisyah dievaluasi secara serius. Jika memang terbukti ada kelalaian dalam pengelolaan fasilitas vital rumah sakit, maka perlu dilakukan pergantian demi perbaikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkas Ahlul Fajri.
Sementara itu hingga berita ini terbit belum ada tanggakapan dari Direktur atau pihak menejemen RS Siti Aisyah terkait kejadian dimaksud. (*)





