ABRI-1 Sumatera Selatan Desak Pemerintah Indonesia Tekan PBB Ambil Sikap Tegas terhadap Israel

by -383 Views

Kabarkite.com, Sumatera Selatan – Ahlul Fajri selaku Wakil Ketua Amanah Bangsa Rakyat Indonesia Bersatu (ABRI-1) Sumatera Selatan menyampaikan sikap tegas dan keprihatinan mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui misi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon Selatan.

Peristiwa tragis yang terjadi pada 29 hingga 30 Maret 2026 tersebut mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan proyektil dan ledakan bom di wilayah konflik. Adapun ketiga prajurit tersebut adalah:

1. Praka Farizal Rhomadhon (27), gugur pada Minggu, 29 Maret 2026 akibat ledakan proyektil di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

2. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (33), gugur pada Senin, 30 Maret 2026 akibat ledakan di pinggir jalan dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan.

3. Sertu Muhammad Nur Ichwan (25), gugur pada Senin, 30 Maret 2026 dalam insiden ledakan yang sama.

Ahlul Fajri menegaskan bahwa insiden ini bukan hanya menjadi duka bagi keluarga korban dan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi tamparan keras bagi dunia internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

“Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam. Negara harus mengambil langkah diplomatik tegas dan menekan PBB agar segera mengambil sikap nyata terhadap Israel yang diduga kuat menjadi pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini,” tegas Ahlul Fajri.

Lebih lanjut, ABRI-1 Sumatera Selatan juga mendorong agar PBB tidak hanya melakukan investigasi semata, tetapi segera menjatuhkan sanksi internasional terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab. Menurutnya, tanpa tindakan tegas, keselamatan pasukan perdamaian dunia akan terus terancam.

“Darah prajurit Indonesia tidak boleh dianggap remeh. Mereka adalah duta perdamaian dunia. Jika ini dibiarkan, maka ini menjadi preseden buruk bagi perlindungan pasukan internasional di zona konflik,” lanjutnya.

ABRI-1 juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bersatu menyuarakan keadilan bagi para prajurit yang gugur serta mendukung langkah pemerintah dalam memperjuangkan kedaulatan dan kehormatan bangsa di forum internasional.

Sebagai penutup, Ahlul Fajri menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan berharap para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta dikenang sebagai pahlawan perdamaian dunia.

“Kami tidak hanya berduka, kami menuntut keadilan.” Pungkasnya (AL/RD).