Diduga Gara-gara Lahan Sawit, Oknum TNI Dibacok

by -508 Views
by

image

Foto: Korban Darmawan, saat akan dirujuk ke RSUD Lubuk Linggau.

Kabarkite.com-Empatlawang (28/10), Warga Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang mendadak gempar, dengan adanya pengeroyokan salah seorang warga Desa Lampar yang diduga oknum salah seorang anggota TNI, Darmawan (40), Senin (28/10) sekitar pukul 16.00. Tetangga dan warga sekitar rumah korban di mana tempat kejadian tidak jauh dari rumah dinas Kapolres Empat Lawang, langsung meminta bantuan kepada Kapolres Empat Lawang.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, kejadian yang menyebabkan mantan ajudan mantan Wabup Empat Lawang tersebut berawal dari penganiayaan Imam bin Effendi (22), warga Desa Batu Pance Kecamatan Tebing Tinggi oleh tersangka pelaku Efri di jalan poros Tebing Tinggi-Pendopo sekitar pukul 15.00 WIB.

Hal tersebut dilatari dari sengketa lahan sawit seluas 1/2 Hektar, dimana korban Imam yang memanen sawit di lahan tersebut dicegah oleh Efri yang mengaku anak buah Darmawan. Saat itu tersangka Efri langsung membacok Imam, di bagian lengan kanannya. Tidak berapa lama, keluarga Imam beserta sanak keluarga beramai-ramai mendatangi kediaman korban Darmawan. Korban yang saat itu sedang bersantai di kediaman dengan mengenakan kaos dalam tidak mengetahui perihal tersebut, langsung mendapat serangan tiba-tiba dari massa dan tidak bisa mengelak. Massa yang diperkirakan belasan orang ini, langsung menyerang korban dengan senjata tajam jenis pedang dan lainnya. Korban mengalami luka parah, yakni luka bacok kepala bagian belakang, tangan dan bahu kanan.

Warga dan tetangga yang melihat kejadian tersebut, langsung berlarian menuju rumah dinas Kapolres Empat Lawang yang tidak berjauhan dengan rumah korban. Kapolres Empat Lawang, AKBP Ridwan yang saat itu sedang berada di rumah mendengar teriakan minta tolong langsung berusaha melerai. Namun, massa yang beringas terus menyerang, bahkan Kapolres nyaris menjadi korban serangan senjata tajam. Upaya penjegahan terus dilakukan, hingga korban bisa diamankan di rumah dinas Kapolres dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daera (RSUD) Empat Lawang untuk mendapat perawatan medis. Akibat kejadian tersebut, kedua korban Imam dan Darmawan kemudian keduanya dirujuk ke RSUD Lubuk Linggau, karena mengalami luka parah. Bahkan, korban Darmawan nyaris kehabisan darah.

“Saya mendengar ibu-ibu teriak dan bilang ada orang kena kapak, karena memang rumah Darmawan dekat dengan rumah saya. Saya langsung keluar rumah dan melihat kepala korban sudah hancur, saat itu saya langsung mengamankan, karena massa terus menyerang,” ungkap Kapolres Empat Lawang, AKBP Ridwan saat ditemui di RSUD Empat Lawang, saat melakukan pengamanan perawatan korban.

Dikatakannya, sejauh ini modus pengeroyokan belum jelas, karena pihaknya belum mendapat laporan dari kedua belah pihak. Namun, informasi yang didapat adanya sengketa lahan. “Kita masih mendalami kasus ini, nanti kita akan sampaikan. Pasalnya, kedua belah pihak belum ada laporan ataupun diambil keterangannya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai status TNI korban, pihaknya belum bisa memastikan, namun menurut warga seorang TNI yang pernah menjadi ajudan mantan Wabup Empat Lawang, Sofyan Djamal. Bahkan, warga sudah pernah melapor kepada pihak POM mengenai status tugas korban. “Belum tau ya kepastiannya, bisa jadi memang salah seorang TNI,” tandasnya.(Tono)