Kabarkite.com, SAMARINDA — Sebanyak 125 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Paser resmi mengikuti yudisium Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Kelas Kerja Sama Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda dengan Pemerintah Kabupaten Paser, Jumat (18/9/2026).
Yudisium yang berlangsung di Ruang Serba Guna Gedung C UWGM tersebut menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga pendidik PAUD di Kabupaten Paser.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi beserta jajaran, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Paser Sukardi beserta jajaran, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Mahakam (YPPM) H. Ismet Barakbah, Rektor Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Husaini Usman beserta jajaran, Dekan FKIP UWGM Nur Agus Salim beserta Wakil Dekan, serta para dosen dan tenaga kependidikan FKIP UWGM.
Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Paser, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang telah menginisiasi dan mengawal pelaksanaan program RPL hingga terealisasi. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan sejalan dengan visi-misi Paser Tuntas, terutama dalam peningkatan kualitas SDM.
“Program RPL ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Paser. Kami mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mengawal program ini hingga dapat terlaksana,” ujar Hendra.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Paser, Sukardi. Ia mengatakan, selain mendukung peningkatan IPM, program RPL diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik sekaligus mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik guru PAUD minimal S1 PAUD.
“Peningkatan kualitas pendidik PAUD sangat penting karena pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi pembangunan sumber daya manusia,” katanya.
Sementara itu, Rektor UWGM Samarinda Husaini Usman mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Paser, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program RPL hingga 125 guru dapat mencapai tahap yudisium.
Menurut Husaini, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam membuka akses peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik. Ia berharap kerja sama UWGM dan Pemerintah Kabupaten Paser dapat terus berlanjut dan berkembang dalam berbagai program peningkatan SDM.
“Capaian hari ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan anak usia dini di Kabupaten Paser,” pesan Husaini kepada para peserta yudisium.
Dekan FKIP UWGM Nur Agus Salim turut memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan proses pendidikan. Ia menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih berkualitas.
Nur Agus Salim juga mengapresiasi para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa selama proses pendidikan hingga berhasil mencapai tahap yudisium.
“Semoga sinergi antara FKIP UWGM dan Pemerintah Kabupaten Paser dapat terus terjaga sehingga kerja sama pendidikan yang telah dibangun tidak berhenti pada satu program, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Bagi 125 guru peserta yudisium, capaian tersebut tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi langkah penting untuk memperkuat profesionalisme sebagai pendidik PAUD.
Melalui program RPL, kolaborasi UWGM dan Pemerintah Kabupaten Paser diharapkan terus memberikan kontribusi nyata dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualifikasi pendidik, dan memperkuat kualitas layanan PAUD di daerah.
(Penulis: andindah)
