Kabarkite.com, Palembang, 4 November 2026 – Pegiat Sepak Bola Old Star Ujang Oeding Legend Palembang, Eka Subakti, S.E., mengusulkan pembentukan wadah nasional bagi pesepakbola usia 50 tahun ke atas melalui Persatuan Sepak Bola Old Star Indonesia (PERSOSI) di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Gagasan ini tertuang dalam Opini Olahraga Masyarakat yang menekankan bahwa usia boleh bertambah, namun semangat untuk tetap bergerak, menjaga kebugaran, dan merawat persaudaraan tidak boleh berhenti.
Selama puluhan tahun, para pemain telah membela sekolah, kampung, kabupaten/kota, provinsi, klub profesional maupun amatir, instansi pemerintah, BUMN, hingga kompetisi nasional. Ketika usia bertambah, pengalaman dan kecintaan mereka terhadap sepak bola tidak ikut pensiun. Justru itu modal sosial untuk membangun gerakan olahraga masyarakat yang lebih besar, ujar Eka Subakti, S.E.
Landasan Hukum Jelas
Eka menjelaskan, gagasan PERSOSI memiliki landasan kuat:
1. UU No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan: Pasal 19 menempatkan olahraga masyarakat sebagai bagian penting sistem keolahragaan nasional yang bertujuan membudayakan aktivitas fisik, kesehatan, kebugaran, dan mempererat interaksi sosial.
2. Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Perpres No 86/2021: Memberikan arah pembinaan olahraga yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan.
3. AD/ART KORMI: KORMI sebagai ruang berhimpun Induk Organisasi Olahraga (Inorga). PERSOSI akan disiapkan melalui mekanisme resmi, mulai dari tim persiapan, penyusunan AD/ART, pemetaan klub, hingga pengajuan sebagai Inorga sesuai prosedur.
Menurutnya, PERSOSI bukan untuk menyeragamkan atau mengambil alih klub yang sudah ada. Prinsipnya gotong royong, keterbukaan, kesetaraan, musyawarah, dan penghormatan terhadap otonomi komunitas.
Selama ini komunitas Old Star tumbuh sendiri-sendiri. Akibatnya data klub tidak terhimpun, kalender kegiatan bertabrakan, standar keselamatan beda-beda. PERSOSI diharapkan menjadi rumah bersama, ruang koordinasi, bukan hanya penyelenggara turnamen, jelasnya.
Potensi Sudah Ada, Jaringan Sudah Tumbuh.
Perkembangan klub Old Star 50+ terlihat dari rutinnya trofeo dan laga persahabatan akhir pekan di berbagai daerah. Seperti aktivitas Agastar Jakarta, kegiatan HUT Kabupaten Lahat, HUT Kota Prabumulih, hingga agenda Old Star Sumsel.
Aset terbesar bukan hanya jumlah klub, tapi pengalaman mantan pemain nasional, pemain liga, pemain PON, mantan pemain klub BUMN dan Pemda, pelatih, wasit, dan pengelola klub yang bisa menjadi penggerak, mentor, dan duta budaya olahraga.
Momentum Palembang: Silaturahmi Old Star 2026
Momentum konsolidasi nasional akan diawali di Palembang. Rencana Turnamen Silaturahmi Old Star 2026 pada 7-8 November 2026 di Palembang direncanakan diikuti klub-klub dari Padang, Palembang, Lampung, Jambi, Jakarta, dan Bangka.
Jangan hanya jadi agenda pertandingan. Jadikan ini awal dialog nasional, membentuk jejaring komunikasi, dan membentuk tim kecil persiapan musyawarah nasional pendirian PERSOSI, ajak Eka.
Rancangan program PERSOSI ke depan meliputi: konsolidasi dan pendataan nasional, musyawarah pembentukan, penguatan struktur daerah, kalender festival dan kompetisi yang disinergikan dengan kalender KORMI dan FORNAS, standar keselamatan dan sportivitas, serta kemitraan berkelanjutan.
Ia menegaskan pentingnya standar keselamatan seperti pemeriksaan kesehatan, pemanasan-pendinginan, durasi permainan, dan kesiapan P3K, mengingat kondisi kebugaran kelompok usia 50+ yang beragam.
Penutup
Mantan pemain usia 50+ bukan sekadar mengenang masa lalu. Mereka adalah bagian dari sejarah sepak bola Indonesia dan masih punya energi untuk berkontribusi. Sudah saatnya kita merapatkan barisan, pungkasnya.(*)
OLD STAR BERSATU, INDONESIA AKTIF, INDONESIA BUGAR.
SEPAK BOLA MENYATUKAN KITA, USIA TAK MEMISAHKAN KITA.
Eka Subakti, S.E.
Pegiat Sepak Bola Old Star Ujang Oeding Legend Palembang
Penggagas PERSOSI





