Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, BAZNAS Kota Lubuklinggau Perkuat Konsolidasi Zakat Produktif dan Berdampak

by -185 Views

Kabarkite.com, JAKARTA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Lubuklinggau, Marjianto, S.H., M.H., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, pada 13–15 Oktober 2026.


Mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, agenda nasional yang diselenggarakan BAZNAS RI ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, dan meningkatkan sinergi antarpengelola zakat di seluruh Indonesia. Melalui forum ini, seluruh pimpinan BAZNAS daerah merumuskan komitmen bersama guna mengoptimalkan potensi zakat nasional agar lebih produktif, tepat sasaran, dan membawa kemaslahatan yang kian luas.
Agenda ini dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., bersama Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani.


Dalam sambutannya, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengapresiasi tata kelola dan transparansi BAZNAS dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui profesionalitas dan integritas.

“BAZNAS harus terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” tegas Menag.

Apresiasi senada diutarakan oleh Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani. Ia menyoroti peran nyata BAZNAS dalam menjawab berbagai persoalan dan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat lewat program pendistribusian maupun pendayagunaan yang berkelanjutan.
“Seluruh program harus dirancang untuk memberikan solusi, memberdayakan ekonomi, dan akhirnya meningkatkan harkat serta martabat para mustahik,” ujar Ahmad Muzani.

Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Lubuklinggau dalam forum tahunan ini menegaskan kesiapan institusi di tingkat daerah untuk menyelaraskan kebijakan pusat ke dalam program nyata di daerah, memastikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Lubuklinggau terkelola secara produktif demi pengentasan kemiskinan dan kemandirian ekonomi umat.(Ry)