Kabarkite.com, Nasional – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana merekrut sekitar 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk memperkuat operasional program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi desa sekaligus memastikan pengelolaan koperasi desa berjalan profesional dan berkelanjutan.
Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang ditargetkan hadir di puluhan ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Melalui program ini, pemerintah ingin menghadirkan koperasi desa yang tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa.
Beberapa unit usaha yang direncanakan hadir dalam Kopdes Merah Putih antara lain gerai sembako, klinik desa, apotek desa, distribusi logistik, hingga layanan keuangan mikro bagi masyarakat.
Untuk memastikan program tersebut berjalan optimal, pemerintah menyiapkan sumber daya manusia melalui program SPPI yang nantinya akan ditempatkan di berbagai desa.
Para lulusan SPPI akan bertugas mendampingi operasional koperasi, membantu manajemen usaha, serta memastikan tata kelola koperasi berjalan transparan dan profesional.
Selain itu, mereka juga akan berperan dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, memperkuat jaringan distribusi produk desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui aktivitas koperasi.
Program Kopdes Merah Putih sendiri ditargetkan mampu membentuk hingga 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia, sehingga keberadaan tenaga SPPI dinilai sangat penting untuk mendukung operasional program tersebut.
Dengan adanya perekrutan puluhan ribu tenaga SPPI, pemerintah berharap koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di berbagai daerah.(*)





