Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Soroti Padamnya Listrik Di RS Siti Aisyah Lubuklinggau

by -538 Views

Kabarkite.com, Lubuklinggau – Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 melalui aktivisnya, Ahlul Fajri, menyoroti peristiwa padamnya aliran listrik di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau yang dilaporkan terjadi selama kurang lebih satu jam dan sempat membuat sejumlah ruangan di rumah sakit berada dalam kondisi gelap.

Menurut Ahlul Fajri, peristiwa tersebut menunjukkan adanya kekurangan fasilitas pendukung yang sangat vital dalam menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. Padahal, sebagai fasilitas pelayanan publik yang menangani keselamatan manusia, rumah sakit seharusnya memiliki sistem cadangan listrik yang siap beroperasi setiap saat.

“Padamnya listrik di rumah sakit bukan persoalan sepele. Ini menyangkut keselamatan pasien. Jika genset tidak langsung berfungsi, maka hal itu menunjukkan adanya kelemahan dalam kesiapan sistem darurat di rumah sakit tersebut,” tegas Ahlul Fajri.

Ia menjelaskan, pemadaman listrik di rumah sakit memiliki risiko yang sangat serius, terutama bagi pasien yang bergantung pada alat medis yang menggunakan tenaga listrik.

Beberapa risiko yang dapat terjadi akibat padamnya listrik di rumah sakit antara lain:

1. Terganggunya alat bantu pernapasan (ventilator) yang digunakan pasien dalam kondisi kritis.

2. Terhentinya alat monitoring pasien, seperti monitor detak jantung dan tekanan darah.

3. Terganggunya pelayanan ruang operasi yang membutuhkan penerangan dan alat medis listrik.

4. Terhambatnya pelayanan di ruang ICU dan IGD yang sebagian besar menggunakan peralatan berbasis listrik.

5. Terganggunya sistem penerangan ruangan yang dapat menimbulkan kepanikan bagi pasien dan keluarga pasien.

Menurutnya, kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa karena rumah sakit merupakan tempat yang seharusnya memiliki standar keamanan pelayanan yang tinggi.

Oleh karena itu, Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 mendesak Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem pendukung pelayanan di RS Siti Aisyah.

“Kami meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau agar segera menyiapkan pembangkit listrik cadangan yang benar-benar siap digunakan setiap saat, sehingga ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN, pelayanan rumah sakit tetap berjalan normal tanpa mengancam keselamatan pasien,” ujar Ahlul Fajri.

Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah agar lebih memperhatikan fasilitas penunjang pelayanan kesehatan, terutama yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

“Jangan sampai keselamatan pasien dipertaruhkan hanya karena lemahnya kesiapan fasilitas pendukung. Rumah sakit harus menjadi tempat yang aman bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk sembuh,” tutupnya. (AL)