Kabarkite.com, Musi Rawas — Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Musi Rawas, Dodi Irdiawan, memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan miring yang viral di media sosial Facebook baru-baru ini. Isu yang diembuskan oleh akun anonim tersebut menuduh adanya kejanggalan anggaran pada salah satu mobil dinas operasional Kesbangpol periode 2023–2025.
Kepada wartawan, Dodi Irdiawan secara tegas membantah narasi yang menyebutkan bahwa mobil dinas jenis Ford berpelat merah dengan nomor polisi BG 1108 GZ tersebut dalam kondisi rusak dan anggarannya diserap secara fiktif.
Menepis Isu Rusak, Tegaskan Mobil Aktif Beroperasi
Dodi menjelaskan bahwa informasi yang beredar di grup Facebook tersebut sama sekali tidak berdasar atas fakta lapangan. Menurutnya, kendaraan operasional tersebut dalam kondisi baik dan selalu digunakan untuk menunjang kegiatan kedinasan.
“Faktanya mobil itu tidak rusak. Mobil tersebut justru sering digunakan untuk mengikuti dan menunjang berbagai mobilitas kegiatan Ibu (Bupati Musi Rawas),” ujar Dodi saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp.
Ia menambahkan, karena mobil tersebut aktif bergerak di lapangan sepanjang periode 2023 hingga 2025, maka realisasi anggaran untuk pemeliharaan (servis) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai sudah sesuai dengan prosedur, kebutuhan operasional yang nyata, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebut Bagian dari Dinamika Kantor
Terkait motif di balik mencuatnya unggahan anonim tersebut, Dodi menilai hal itu sebagai bentuk ketidaksukaan personal dari oknum tertentu di lingkungan kerja. Menurutnya, dinamika pro dan kontra di dalam sebuah instansi adalah hal yang biasa terjadi.
“Biasa itu dindo, dinamikanyo. Ada yang dak senang di kantor tu. Itu (ulah) mereka yang sakit hati,” ungkap Dodi singkat menanggapi kegaduhan di media sosial tersebut.
Mantan Kaban Kesbangpol ini yang kini Kepala Dinas Capil itu pun memilih menanggapi situasi tersebut dengan tenang dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat yang kini sudah semakin cerdas dalam memilah informasi, terutama yang bersumber dari akun media sosial anonim yang tidak jelas pertanggungjawabannya.
Dengan adanya klarifikasi ini, tudingan mengenai anggaran fiktif maupun mobil mangkrak yang sempat menjadi bola liar di tengah warganet dipastikan tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. (Rudi Tanjung)





