Muaraenim Luluh Tantak Akibat Puting Beliung

by -677 Views
by

image

Foto : Akibat Puting Beliung, pohon akasia menghantam bangunan dibawahnya, Rabu (28/5).

Kabarkite.com – Muaraenim (29/5), Akibat derasnya puting beliung yang mengamuk di wilayah Kota Muaraenim dan sekitarnya pada Rabu (28/5) lalu,  Sedikitnya delapan rumah dan bangunan rusak berat dan ringan termasuk bagian atap  Pasar Inpres Muaraenim pun ikut terbang. 

Dari pengamatan dan informasi dilapangan, terjangan angin puting beliung disertai dengan hujan lebat terjadi di Kecamatan Muaraenim dan sekitarnya sekitar pukul 18.00 Wib. Akibat terjangan angin puting beliung tersebut, puluhan pohon tumbang, rambu-rambu, dan sedikitnya delapan rumah dan bangunan rusak berat dan ringan terutama kehilangan atapnya. Bahkan satu gedung milik Primkoppabri Sinar Enim di jalan Bambang Utoyo, Muaraenim, rusak berat akibat tertimpa pohon Akasia. Selain itu juga, beberapa jaringan telepon dan listrik rusak dan putus tertimpa pohon sehingga sempat membuat kota Muaraenim dan sekitarnya gelap gulita hingga tengah malam.

Menurut Kades Muara Lawai Khairil Anwar (50) , di desanya ada sekitar tujuh rumah yang rusak terkena angin puting beliung yakni dua rumah rusak parah milik  Ambarman dan Mirsan, sedangkan lima rumah rusak ringan yakni milik Irsan, Abas, Tasina, Syarpudin dan Sakuan. Kerusakan tersebut seluruhnya atap dan beberapa bagian atap rumah.
“Kalau rumah Ambarman seluruh atapnyan dari genteng habis beterbangan,” ujarnya.

Saat ini, kata Khairil, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke kantor kecamatan Muaraenim. Dan para korban sebagian mulai memperbaiki atap rumah mereka semampunya untuk menghindari hujan dan panas.

Terpisah Saripah (40) pedagang yang mangkal di Pasar Inpres Muaraenim sekarang hanya bisa mengeluh karena pada saat hantaman Puting Beliung bagian atas fiber kerangka besi di pasar Inpres jebol dan menghantam dagangannya berupa jenis sayur sayuran

“Jika hujan pada saat ini saya terpaksa pindahlokasi berjualan” ujarnya

Sementara itu Kadis PU Cipta Karya Ramlan Suryadi, bahwa pihaknya belum menerima laporan tersebut. Namun biasanya jika ada, pihaknya akan ikut dalam tim untuk melakukan penghitungan kerugian.
“Kami akan tunggu, sebab ada SKPD langsung yang menaunginya,” ujar Ramlan.(Jazzi)