Muratara Bermartabat Sudah Terwujud

by -90 Views

Oleh : Ferry Irawan AM, Pemerhati Sosial dan Budaya Masyarakat

Kabarkite.com, Opini (7/8) – Bupati Muratara mengunjungi para santri di Kabupaten Jombang Jawa Timur, tepatnya di Pondok Pesantren Darussalam Desa Ngesong Sengon.

Dalam acara temu santri di aula pesantren Bupati Muratara HM Syarif Hidayat memberikan kesan yang teramat dalam.

“Kalau melihat suasana yang ada seperti ini maka program Muratara Bermartabat itu bukan hanya akan terwujud melainkan sudah terwujud.”, Ungkapnya saat memberikan kata sambutan di hadapan para santri asal Muratara.

Beliau mengungkapkan rasa Syukur yang tak terhingga usai mendengarkan kata sambutan oleh perwakikan santriwati berbahasa Arab.

Santriwati Imelda asal Sukamenang tersebut sempat berpuisi bahasa Arab sebelum menutup curhatannya selama menjadi santri dan sangat berharap program ini dapat berkelanjutan hingga perguruan tinggi yang diamini seluruh santri yang ada.

Kehadiran Bupati Muratara di Pondok Pesantren Darussalam ini karena ingin melihat langsung perkembangan anak-anak santri yang sudah memasuki tahun ke tiga di Jombang. Dan kesannya sangat puas terhadap perkembangan akhlak spritual serta intelektual.

Adapun pengasuh pesantren KH. Asyari Mahfud yang memberikan sambutan di awal mengatakan bahwa Bupati Muratara satu-satunya kepala daerah yang mempunyai gebrakan seperti ini. Ratusan santri yang dibiayai itu bukan hal biasa, ini sangat-sangat luar biasa. Dia mengimbuhkan andaikan setiap kepala daerah mempunyai pemikiran serupa dengan bupati Muratara maka Indonesia ini akan betul-betul sukses dalam urusan mental anak-anak bangsa.

Sebagaimana yang sudah diketahui telah berjalan 3 tahun bahwa Pemerintah Kabupaten Muratara sejak awal kepemimpinan Syarif Hidayat yang mendapat Anugerah Bapak Santri dari Yayasan Aulia Cendikia Palembang ini betul-betul konsen dalam pembentukan karakter generasi muda. Salah satunya melalui jalur pendidikan spritual (religi). Sehingga terwujudlah program pembiayaan santri yang dikirim di beberapa tempat di pulau Sumatera, jawa dan Madura.

Selain program Santri, ada lagi program yang membuat hampir menjadi sebuah keniscayaan. Mengorangkan orang, memanusiakan manusia. Sudah ratusan anak-anak suku anak dalam yang tersebar di muratara di pondokkan di mess SAD Dinas sosial. Mereka diberikan pendidikan, layanan kesehatan dan lain-lain. Alhasil dari buah kesungguhan bahkan dianggap ide gila ini justeru menyentuh hati dari lembaga lembaga pemerhati sosial tanah air dan mendapatkan penghargaan PEDULI ANAK oleh News TV baru-baru ini.(*)