Muratara Gagal Terbentuk,Ketua Presidium Diminta Mundur

Uncategorized464 Views

Kabarkite.com-Musirawas (29/10), UPAYA pembentukan kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang meupakan pemekaran kabupaten Musirawas, Sumateraselatan sekali lagi mengalami kegagalan. Perjuangan yang dilakukan oleh pihak presidium kabupaten Muratara ini disinyalir terjadi kongkolikong dengan Bupati Musirawas, Ridwan Mukti, sehingga perjuangan untuk Pisah dari Kabupaten Musi Rawas gagal total.

Ketua  Organisasi Pemuda Peduli Rawas Ilir (PPRI) Abdul Aziz merasa kecewa dengan kenyataan ini, bukti dari ketidak mampuan presidium, harus dievaluasi dan dibentuk presidium Muratara baru yang lebih transparan dan fokus untuk pemekaran, bukan menjadikan isu pemekaran sebagai ladang memperkaya diri. Aziz Menyatakan sekarang saatnya di bentuk Presidium Muratara yang Baru.  SebabInfo Rapat Bamus DPR-RI ada lima DOB (Daerah Otonom Baru) yang cuma di paripurnakan, dan tidak mengikutsertakan Muratara.

“Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat, Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Pegunungan Arfak di Papua Barat, serta Kabupaten Pesisir Barat di Lampung.sedangkan  yang ditolak adalah Musi Rawas Utara,  Malaka, Mahakam Ulu, Mamuju Tengah,”Ucap laki-laki yg biasa di sapa Aziz itu kepada wartawan Kemarin (28/10) Melalui BlackBerry masegger.

Diungkapkannya,Dari usulan sembilan DOB. Lobi antara Komisi II, Mendagri dan DPD hanya menyepakati lima DOB seperti yang di sampaikan oleh  Ketua Komisi II DPR, Agun Gunandjar Sudarsa, di gedung DPR, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2012 di berbagai media.  Dan kelima DOB baru tersebut akan dibawa ke Rapat Paripurna 25 Oktober 2012.

“Ada apa dengan Muratara Sebagai pemuda asal Muratara saya merasa prihatin  melihat kenyataan ini, bagaimana tidak Muratara sudah masuk RUU tetapi lagi-lagi gagal, sudah sangat jelas bahwa ini kegagalan presidium ? Jadi apa yang di gadang-gadangkan 4 – 5 Tahun terakhir  oleh Presidium Muratara adalah pepesan kosong,”Ucapnya.

Perlu kita ingat bersama sudah terlalu lama, presidium ini membuai masyarakat muratara, yang seolah-olah esok hari akan terbentuk Muratara. Presidium dan Bupati harus bertanggung jawab,menyampaikan seluas-luas kepada publik dan masyaralat muratara apa penyebab kegagalan ini. “saya menduga ini motif politik yang dimainkan oleh Presidium dengan irama melayu Bupati Musi Rawas. kita sudah lama mencurigai ini semenjak Para Pimpinan Presidium Menjadi Jurkam Kampanye Ridwan Mukti tahun 2010 yang lalu. Dan memang pada kenyataan nya Presidium lebih menonjol pada aktivitas Politik yang mengatasnamakan Muratara, termasuk dalam pilkada Kota Lubuklinggau baru – baru ini,”Cutusnya.

Ditambahakannya,ini adalah momentum yang tepat untuk semua pengurus presedium muratara di evaluasi baik tentang progres kinerja,pendanaan baik dari APBD,maupun sumbangan masyarakat.( RLS/RuTan)

Comment