Nekat Curi Motor Ayah untuk Beli Sabu dan Judi Online, Pria di Lubuk Linggau Dibekuk Polisi

by -534 Views

Kabarkite.com, LUBUK LINGGAU – Aksi tak terpuji dilakukan seorang pria berinisial C (35), warga Kecamatan Lubuk Linggau Barat I. Ia tega mencuri sepeda motor milik ayah kandungnya, Dawan Sobono, demi memenuhi kebiasaan buruknya membeli narkoba jenis sabu dan bermain judi online. Aksinya berakhir di tangan aparat Polsek Lubuk Linggau Barat I pada Senin (8/9/2025).

Berawal dari Kekhawatiran Orang Tua

Peristiwa bermula pada Selasa, 2 September 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Dawan Sobono baru pulang bekerja dan tertidur di ruang tamu. Motor Honda Supra hitam list hijau dengan nomor polisi AB 4129 UA terparkir di teras, sementara kunci diletakkan di atas meja.

Ketika terbangun, Dawan terkejut mendapati motornya sudah raib. Setelah bertanya pada istrinya, diketahui bahwa motor dibawa oleh anaknya sendiri, C. Kekhawatiran langsung muncul mengingat C dikenal memiliki kebiasaan membeli sabu dan kecanduan judi online. Motor maupun pelaku tidak kunjung kembali hingga beberapa hari kemudian, membuat Dawan merasa dirugikan sekitar Rp5 juta dan akhirnya melapor ke Polsek Lubuk Linggau Barat I.

Dibekuk di Rumah Sendiri

Menerima laporan, Tim Unit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Barat I yang dipimpin AIPTU Erwinsyah segera melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi dan bukti yang dikumpulkan, identitas pelaku terungkap. Pada Senin, 8 September 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, polisi berhasil meringkus C di rumahnya sendiri.

Dalam interogasi, C mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku menggadaikan motor ayahnya di Desa Tanjung Sanai, Kecamatan PUT, Kabupaten Rejang Lebong. Uang hasil gadai tersebut dihabiskan untuk membeli sabu dan bermain judi online.

Jerat Hukum Menanti

Kini, tersangka C harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat Pasal 367 KUHPidana tentang pencurian dalam lingkup keluarga. Meski pasal ini memungkinkan adanya keringanan hukuman, tindakannya tetap dikategorikan sebagai kejahatan yang meresahkan.

Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang dampak buruk narkoba dan judi online yang bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga menghancurkan kepercayaan serta hubungan keluarga.(*)