PB KOMDES Ajak Ramaikan 1 Juni, Menangkan Pancasila

by -606 views

Kabarkite.com, Palembang – Pengurus Besar Konsentrasi Membangun Desa (PB KOMBES) mengajak seluruh Elemen Masyarakat untuk meramaikan peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni.

Eka Subakti Ketua PB Kombes dalam rilis diterima Kabarkite.com (23/5) menyampaikan bahwa setelah hiruk pikuk politik elektoral yang melelahkan lahir dan batin, sampailah kita pada sebuah kesimpulan bahwa leluhur kita mewariskan sesuatu yang berharga bagi bangsa Indonesia yaitu ideologi kebangsaan, ideologi kemanusiaan, ideologi ekonomi, ideologi politik anti penjajahan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa, ideologi nya persatuan bagi umat manusia seluruh dunia : PANCASILA

PropellerAds

Pancasila yang diagungkan dalam kata kata WAJIB di tunaikan dalam tindakan senyata nyatanya. Pancasila adalah jembatan emas yang akan memandu jalannya bangsa ini menuju cita cita kolektif terwujudnya tatanan masyarakat adil makmur. Pancasila hanya akan menjadi berhala jika hanya di ucapkan kata katanya tanpa dimenangkan, di insyafi sarinya. Tinggal kita semua akan di uji dalam tindakan kolektif sehari.

“Saudara saudara anggota legislatif akan di uji komitmen nya memenangkan Pancasila sesuai tupoksi nya, di chek gagasan nya, advokasinya dilapangan legislasi, para pegiat desa akan di uji komitmennya dalam mendampingi desa, di chek saran-saran dan fasilitasi nya kepada Gubernur, Bupati, Camat, Kades, pengurus BUMDesa, Pemerintah daerah akan di uji melalui kebijakan dan kebijaksanaan nya, partai politik di uji pembelaannya kepada rakyat dan lain-lain”, Kata Eka.

Oleh sebab itu, lanjutnya Memenangkan Pancasila menjadi kebutuhan mendesak bangsa Indonesia saat ini, memenangkannya di kesadaran dan memenangkannya dari proses penghancuran Kapitalisme yang telah sampai pada bentuk tertingginya yaitu Imperialisme dan memenangkannya dari serangan elemen fundamentalisme demi kebahagiaan bersama bangsa Indonesia, kebahagiaan anak cucu kita di masa datang. Jika tidak sekarang kapan lagi, jika tidak kita, siapa lagi. (ril/red)