Foto : Sungai Rawas di Desa Noman, Muratara.
Kabarkite.com – Muratara (25/5), Warga dua Desa di sekitar aliran sungai Rawas yakni desa Noman dan Noman Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara mengeluh. Pasalnya tidak ada fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang disediakan oleh pemerintah.
Tak plak, ribuan masyarakat didua desa tersebut menggunakan air sungai sebagai aktivitas MCK, sehingga kesehatan warga terancam.
RS (30) Warga desa Noman Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara mengungkap-kan hingga sekarang tidak ada fasilitas MKC yang dibagun oleh pemerintah. Sehingga masyakat mengunakan aliran sungai yang ada untuk MCK. Sehingga warga gampang terserang penyakit.
“Air sungai rawas di desa kita ini tidak lagi bersih karna sudah tercemar kotoran,limbah dari perusahaan dan bangkai binatang. Sehingga tingkat kesehatan masyakat terancam,” katanya, Minggu (25/5) kepada Kabarkite.com.
Menurutnya, tidak sedikit warga yang perna mengalami penyakit gatal-gatal maupun diare. Karena mengunakan semua aktivitas di aliran sungai rawas itu. “Saya juga dulu perna menderita penyakit gatal disekujur tubuh. Maka dari itu keluarganya mengambil inisiatif untuk mengunakan air sumur yang dibuat oleh nya sendiri,” jelasnya.
Senada, Fiky (28) warga desa Noman kecmatan Rupit mengaku bahwa dirinya juga perna mengalami penyakit gatal-gatal. Maka dari itu dirinya berharap kepada pihak pemerintah untuk memperhatikan masyakat disekitar aliran sungai, khusunya dikawasan Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.
“Pihak Dinkes Muratara harus turun melihat langsung aliran sungai tersebut, supaya mengenatahui layak atau tidaknya masyakat mengkonsumsi air sungai itu. Karena menyangkut
kesehatan ribuan masyarakat.” ujarnya.
Sementara itu, Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Muratara A Rahman tidak dapat dikonfirmasi melalui handphone ke nomor pribadinya 0813-3004- 4615 mengenai keluhan ribuan masyakat karena kesehatannya terancam penyakit gatal-gatal maupun diare. (Zon)
