*Istri Bupati Dituding Kondisikan Proyek Pada PU
Kabarkite.com-Musirawas (21/10), Puluhan pemuda-pemudi Ulu Rawas Bersatu (URABES), berunjuk rasa dengan menyambangi kantor Bupati Kabupaten Musirawas (Mura), menuntut perbaikan jalan di daerah Ulu Rawas.
Mereka mendesak bupati selaku pimpinan daerah itu melakukan kroscek langsung ke Ulu Rawas melihat langsung kondisi pekerjaan jalan yang dilakukan dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat yang dikerjakan oleh pihak kontraktor.
Mereka menilai pekerjaan itu hanya di jadikan ajang korupsi oleh oknum-oknum tertentu sebab pekerjaannya sangat terkesan asal jadi.
Kini kondisi peningkatan jalan di kecamatan tersebut, menurut Ali Koordinator aksi sudah seperti kubangan kerbau, koral yang dihamparkan menghilang dan menipis karena sudah seperti kondisi kubangan hewan, sebab kondisi jalan adalah tanah merah. “Apabila dimusim penghujan maka kecil kemungkinan warga bisa keluar dari desanya untuk kedesa sebelah ataupun menuju kekota, kami tidak mengada-ada ini faktanya, oleh itu lah kami ingin bertemu bupati dengan tujuan menyampaikan semua aspirasi warga kecamatan tersebut.
“Kami minta Bupati jumpai kami saat ini. Jalan yang dikerjakan bagaikan lubang babi bukan jalan. kita merasa di bedakan oleh mereka, padahal kami warga Indonesia juga, warga kabupaten Mura kenapa harus menganak tirikan kami.” Ujar Ali di depan puluhan aparat Polres Mura yang menjadi pagar betis didepan pintu masuk kantor bupati, Senin (21/10) siang tadi.
Puluhan massa yang melakukan aksi itu mendesak bupati untuk menjumpai mereka langsung dan tidak mau diwakilkan dengan pihak manapun atau setidaknya wakil bupati yang datang temui mereka .
“Camat dikirim bupati ke Ulu Rawas untuk mencegah kami lakukan aksi padahal kehadiran kami hanya untuk menyampaikan aspirasi, ini adalah hal yang tidak benar seharusnya sebagai aparat memiliki kewenangan harusnya mendukung agar menjadi lebih baik,”cetusnya.
Ali mengemukakan proyek di Ulu Rawas tidak selesai karena proyek tersebut, dikerjakan langsung oleh Istri sang Bupati Lily Maddari dengan pelaksana PT Kijang Sakti dan kini perusahaan itu sudah diblacklist.
“Walaupun diblacklist namun bukan berarti mereka bisa semaunya meninggalkan tanggung jawab sebagai pelaksana kegiatan,” Pungkasnya.
Menyikapi hal itu Istri Bupati Mura H. Lily Maddari Ridwan Mukti saat dihubungi Via BBM menuturkan bahwa tudingan yang dilontarkan samasekali tidak benar silahkan konfimasi kepihak insatansi terkait.
“Itu tidak benar, langsung tanya saja pada dinas Pu,” Jawabnya singkat.
Berdasarkan,pantauan aksi demo itu akhirnya di terima oleh perwakilan pemkab yakni Sekda Musirawas daņ jajarannya.
Untuk tahu kebenaran atas tudingan itu lantas wartawanpun menuju kecamatan muara beliti langsung kedinas PU, namun hasilnya nihil sebab semua pihak sedang rapat. (Rutan)

