Skandal “Mahar Politik” PKB Sumsel Bocor: Kandidat DPC Mura Setor Ratusan Juta Tapi Di PHP !

by -1737 Views

Kabarkite.com, MUSI RAWAS – Jagat politik Sumatera Selatan mendadak gempar. Proses pergantian pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Sumsel yang baru saja diumumkan via Zoom Meeting oleh DPP PKB, menyisakan aroma tak sedap. Diduga kuat, ada praktik “mahar politik” hingga ratusan juta rupiah yang melibatkan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sumsel.

Melansir berita sumateradaily.com Dugaan skandal ini dibongkar langsung oleh Zulfikar, salah satu kandidat kuat Calon Ketua DPC PKB Musi Rawas (Mura). Padahal, nama Zulfikar mencuat berdasarkan aspirasi arus bawah yang diusulkan langsung oleh DPAC dalam Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Dewinda, Lubuklinggau. Namun, hasil akhir yang diumumkan DPP justru dinilai tidak transparan dan sarat kejanggalan.

Dipanggil ke Palembang, Diminta Uang Rp 200 Juta dan Tanah

Dalam konferensi pers di Kantor PT Naga Bumi Raya, Jl. Kenangan II, Lubuklinggau, Zulfikar blak-blakan mengungkap kronologi yang menimpanya. Pengusaha ini mengaku sempat dua kali dipanggil oleh Pengurus DPW PKB Sumsel ke Palembang untuk membahas pencalonannya.

“Dalam pertemuan itu, Pengurus DPW PKB Sumsel (Ketua dan Bendahara) meminta saya menyetorkan uang sebesar Rp 200 juta. Uang tersebut sudah diterima oleh pihak DPW,” ungkap Zulfikar kepada awak media.

Tak sampai di situ, Zulfikar juga diminta menyediakan lahan untuk kantor DPC PKB Musi Rawas. Ia bahkan sudah merogoh kocek sebesar Rp 50 juta untuk membeli tanah tersebut. Namun ironisnya, setelah uang dan tanah disiapkan, janji manis pengurus DPW menguap begitu saja alias PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Ancaman Coret dan Bukti Rekaman Suara

Aroma manipulasi makin menyengat setelah Zulfikar membeberkan adanya intimidasi politik. Pihak DPW PKB Sumsel melarang keras dirinya melakukan manuver atau menemui pengurus pusat (DPP).

“Jika saya nekat menemui DPP, mereka mengancam akan mencoret nama saya dari daftar rekomendasi,” tambahnya.

Untuk memperkuat argumennya, dalam konferensi pers tersebut, Zulfikar juga memutar bukti rekaman percakapan antara dirinya dengan Ketua DPW PKB Sumsel. Dalam rekaman itu, pihak DPW secara gamblang mengakui adanya aliran dana yang telah diserahkan oleh korban.

Dugaan transaksi gelap ini disinyalir merupakan fenomena gunung es, di mana kasus Zulfikar disebut-sebut hanya salah satu dari sekian banyak kandidat lain yang mengalami nasib serupa.

Elite PKB Kompak Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, riak-riak di dalam tubuh partai berlambang bumi dan bintang ini masih ditutupi rapat oleh para elitenya.

Dr. Iman Sukri, perwakilan DPP PKB yang ditugaskan membuka dan memonitor Muscab di Hotel Dewinda, memilih tidak memberikan jawaban saat dimintai tanggapan. Konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp hanya menunjukkan status telah dibaca.

Nasrul Halim, Ketua DPW PKB Sumsel yang dituding menerima setoran ratusan juta tersebut, juga setali tiga uang. Ia memilih bungkam dan tidak memberikan respons apa pun.

Redaksi Sumateradaily.com masih terus berupaya menghubungi Pengurus Pusat (DPP) maupun Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sumsel untuk memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi resmi terkait kegaduhan ini. (*)