Beralih Jual Kopi

by -700 Views
by

Foto: Tampak salah seorang warga sedang mendulang kopi usai di lakukan penjemuran, Rabu (20/8).

Laporan Joni Farles

Kabarkite.com-Musirawas (20/8), Sebanyak 50 orang petani karet  di Desa Serapu Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas beralih fungsi menjadi petani kopi, pasalnya harga kopi lebih tinggi dan menguntungkan dibandingkan harga karet.

Tuty (40) salah seoraang petani karet yang beralih fungsi menjadi petani kopi mengatakan bahwa dirinya terpaksa beralih fungsi menjadi petani kopi karena harga kopi lebih tinggi dan menguntungkan dirinya beserta petani lainya.

“Harga Karetkan sekarang lagi turun drastis cuman mencapai Rp 7 ribu nah kalau harga kopi sekarang mencapai Rp 17 ribu oleh itu lah kami beralih fungsi menjadi petani kopi,”katanya.

Ia juga mengatakan beralih fungsinya dirinya bersama warga yang lainnya sudah hampir tiga bulan dilakukan paska pemerintah tidak kunjung menaikan harga karet bahkan pemerintah hanya menaikan harga sembako.

“Saat ini harga sembako lebih tinggi dibandingkan harga karet jadi untuk menutupi itu mau tidak mau kami harus mencari startegi baru yakni menanam kopi ,” ungkapnya.

Hal serupa dikatan Abdul alias Dul ( 37) salah seorang agen karet mengatakan dirinya saat ini beralih fungsi juga dari yang selama ini menjadi pembeli getah karet dengan cara keliling masuk desa kini beralih fungsi membeli kopi secara keliling.

“Saya selama inikan toke karet yang beli karet keliling tapi sekarang karena karet ini murah dan tidak menguntungkan jadi saya berali menjadi toke kopi karena untungnya sunggu luar biasa,” jelasnya.

Ia juga mengatakan apapun bentuknya usaha yang pihaknya lakukan dirinya tetap beraharap kepada pemerintah untuk segera mungkin memaksimalkan sejumlah harga karet yang ada di Sumatera terkhusus Kabupaten Musi Rawas.

“Pemerintah harus memikirkan nasib petani yang dominanya lebih memberikan kontribusi besar terhadapan pendapat daerah yang ada saat ini,” harapnya.(Jonif)