Jam Kerja, Kantor SKPD Muratara Masih Tutup

by

image

Foto : Salah Satu kantor SKPD yang masih tutup Tampa aktifitas saat jam kerja.

Kabarkite.com-Muratara (8/9), Sejumlah pegawai dan salah satu perkantoran Satuan Kerja Pegawai Daerah (SKPD) Kabupaten Muratara, belum buka alias masih tutup pada saat jam kerja. Hal itu terungkap saat Satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Polpp) Kabupaten Muratara melakukan patroli, selasa (7/10) kemarin sekitar pukul 08.00 Wib.

Hanafiah Komandan Peleton (Danton) Satpolpp Muratara mengungkapkan bahwa pihaknya hampir setiap hari pihaknya melakukan patroli tetapi kali ini sangat disayangkan karena masih ada sejumlah pegawai di SKPD yang belum mengantor pada saat jam kerja bahkan pihaknya juga menyayangkan masih ada kantor yang belum buka sama sekali. 

“Kita menurunkan 3 regu yang terdiri dari 30 orang yang dibagi menjadi dua, yang pertama ke arah perkantoran SKPD dan 1 patroli dijalan. Nah, hasilnya pada saat jam kerja masih ada sejumlah pegawai belum masuk dan bahkan masih ada kantor yang masih tutup,” jelas Hanafiah saat dikonfirmasi diruangannya.

Menurutnya, pihaknya merupakan garda terdepan sesuai dengan lambang nakoda dan membawa ara sebuah daerah atau kabupaten tersebut. Karena mereka merupakan penegak peraturan yang ada.  Maka dari itu mereka berharap kedepannya kepada seluruh pegawai untuk meninggalkan kebiasaan lama dan sesuai aturan yang sudah diintruksi penjabat Bupati Muratara. 

“Bahkan sebelumnya asisten 1 Riswan Efendi, pernah meminta langsung kepada satpolpp untuk menindak tegas pegawai yang terlambat masuk kerja ataupun bolos sama sekali,” jelasnya.

Sementara, Indrayani Kasih penyidik Pegawai Negeri Sipil dan PLH kasih opsrasional membenarkan bahwa pihaknya masih ada menemukan salah satu kantor yang masih belum buka. 
“Jika kantor tersebut masih ‘bandel’ (tidak buka pada jam kerja) maka kami akan bekerja sama degan pihak Ispektorat untuk menindak lanjutinya,” ujarnya.

Indrayani menjelaskan tindakan yang telah dilakukan pihaknya merupakan tugas baginya untuk menghindar pandangan negatip masyarakat terhadap pejabat di wilayah kabupaten Muratara.
Dan pihaknya berharap supaya masyarakat benar-benar mendukung kinerja pejabat di Muratara untuk membangun Kabupaten Muratara.

“Ia, jika selalu melakukan aksi unjuk rasa secara terus menerus maka akan menimbulkan konplik tetapi mari kita menyelesaikan permaslaahan dengan duduk bersama dengan cara musyawara dan mufakat, sesuai dengan moto kabupaten Muratara ‘berselang serundingan’,” pungkasnya.(Zon)