Peringkat Ke-3 Termiskin Di Sumsel

by -737 views

Kabarkite.com, Musirawas (20/5), Kabupaten Musi Rawas tercatat sebagai kabupaten Termiskin ke-3 di provinsi Sumatera Selatan berdasarkan hasil sensus kemiskinan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Musirawas.

BPS Musi Rawas mencatat, angka kemiskinan di Bumi Lan Serasan Sekentenan sampai sekarang masih tergolong sangat tinggi. Bahkan, dari total penduduk sebanyak 384.300 jiwa, 58.099 jiwa diantaranya merupakan warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Data ini berdasarkan sensus tingkat kemiskinan tiap kecamatan di Kabupaten Musirawas tahun 2014. 

Kepala BPS Musirawas Aidil Adha menjelaskan, angka kemiskinan yang cukup tinggi di kabupaten ini, dipengaruhi banyak faktor. Namun, tidak optimalnya layanan publik di Kabupaten Musirawas, disinyalir menjadi penyebab utama tingginya tingkat kemiskinan tersebut.
“Beberapa diantaranya semisal sarana pendidikan yang masih kurang, sarana transportasi atau jalan-jalan penghubung antar desa yang belum dibangun secara maksimal, termasuk dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan warga,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, Kabupaten Musirawas menempati urutan ketiga untuk kategori tingkat kemiskinan dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). “Pertama Kabupaten Lahat, kedua Musi Banyuasin (Muba), dan posisi ketiga adalah Musirawas,” kata dia.

Diakuinya, secara persentase, tingkat kemiskinan di Kabupaten Musirawas ini mengalahkan Kota Palembang, kendati memang berdasarkan jumlah penduduk, Kabupaten Musirawas jauh lebih sedikit dibanding Palembang. “itu hasil sensus tahun 2014, namun memang ada penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 17 persen. Untuk tahun 2015, hingga saat ini datanya masih dikelola,” kata dia.

Disampaikannya, dari 14 kecamatan di Kabupaten Musirawas, beberapa wilayah yang cukup tinggi tingkat kemiskinannya adalah Kecamatan Selangit, STL Terawas, Purwodadi, Tuah Negeri, dan BTS Ulu. “Sedangkan yang paling rendah ada di Kecamatan Tugumulyo dan Megang Sakti. Karena dua kecamatan ini baik secara akses transportasi dan sarana pendidikannya sudah bagus, termasuk layanan medisnya,” ungkapnya. (rpp)